
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Prof. Ir. Mukhtasor, M.Eng., Ph.D., selaku Pembina Yayasan SIT Permata. Beliau mengupas kandungan QS. Ali Imran ayat 133–135 yang menggambarkan karakter orang bertakwa, yaitu:
- Berinfak dalam keadaan lapang maupun sempit.
Orang yang bertakwa selalu gemar bersedekah dan membantu sesama, tidak hanya saat memiliki kelebihan, tetapi juga ketika dalam kekurangan. Ini menunjukkan keikhlasan dan kepedulian sosial yang tinggi. - Menahan amarah
Mereka mampu mengendalikan diri ketika sedang emosi atau marah. Tidak mudah terpancing untuk membalas atau meluapkan perasaan negatif, yang menunjukkan kedewasaan spiritual. - Memaafkan kesalahan orang lain
Sikap pemaaf menjadi bagian dari kebesaran hati. Orang bertakwa tidak membalas dendam, tapi memilih memberi maaf karena mereka mengharapkan ampunan Allah. - Berbuat kebaikan dan berakhlak mulia
Sifat-sifat di atas menunjukkan bahwa mereka selalu berusaha menebar kebaikan dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari baik kepada sesama manusia maupun kepada Allah.
“Ketakwaan tidak cukup ditunjukkan melalui ibadah ritual, namun juga harus tercermin dalam perilaku sosial,” tegasnya.
Tausiyah ditutup dengan doa pada pukul 10.45 WIB. Setelah itu, tibalah saat yang ditunggu-tunggu: pengumuman pemenang lomba menghias Tumini. Sorak sorai para peserta menggema saat pemenang diumumkan oleh salah satu juri, Bapak Edi. Selain juara utama, panitia juga memberikan penghargaan untuk kategori terkompak, sesuai anggaran, dan paling heboh.
Acara ditutup oleh MC dengan suasana penuh kehangatan dan kebahagiaan. Selanjutnya, para orang tua diarahkan ke kelas masing-masing untuk mengambil Rapor Tengah Semester (RTS) 2.
Salah satu wali murid kelas 1 menyampaikan testimoni bahwa kemenangan dalam lomba Tumini menjadi kejutan menyenangkan. “Kami baru kenal di hari itu, tapi dengan kerja sama dan semangat, kami bisa menghasilkan karya terbaik,” ujarnya penuh rasa syukur.
