Prestasi ini tidak hanya membanggakan keluarga besar Baitul Quran Al-Jahra Magetan, tetapi juga menjadi bukti bahwa siswa memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam kegiatan kebangsaan, serta menjadi bagian dari generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan cinta tanah air.
Magetan — MAIT Baitul Quran Al-Jahra Magetan kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dua siswa mereka berhasil lolos seleksi pasukan pengibar bendera (Paskibra) tingkat Kabupaten Magetan tahun 2025. Paskibra merupakan pasukan khusus yang bertugas dalam upacara pengibaran bendera pada Hari Kemerdekaan Indonesia. Proses seleksi yang harus dilalui untuk menjadi bagian dari Tim Paskibra tingkat Kabupaten Magetan ini sangat ketat, mulai dari aspek fisik, mental, hingga kepemimpinan.
Pada Selasa (5/7/2025), Bupati Magetan, Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd., secara resmi menyerahkan 72 anggota Paskibra kepada Kodim 0804/Magetan untuk mengikuti pelatihan sebelum pelaksanaan tugas. Latihan dijadwalkan berlangsung mulai 6 hingga 14 Agustus 2025.
Dalam sambutannya, Bupati Magetan berpesan, “Latihan ini untuk membentuk karakter adik-adik semua, meningkatkan kedisiplinan dan memupuk rasa cinta tanah air. Ikuti seluruh arahan dan petunjuk pelatih dengan kesungguhan, jaga kesehatan, kebugaran, bangun kekompakan, serta saling mendukung antar anggota. Tugas kalian mulia, yakni mengibarkan Sang Saka Merah Putih, simbol kehormatan bangsa di Hari Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia mendatang.”
Kepala MAIT Baitul Quran Al-Jahra Magetan, Ustadzah Restu Prabawati Kurnia, M.Pd., menyampaikan rasa bangganya dalam wawancara bersama tim Jurnalis Baitul Quran Media. “Ini merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi kami. Dalam dua tahun berturut-turut, ada dua siswa yang lolos seleksi Paskibra Kabupaten Magetan.”
Dua siswa yang berhasil mengharumkan nama sekolah itu adalah Azzam Faqihuddin dan Reynaldo Dohan Praditya. Keduanya berhasil menembus tujuh tahap seleksi ketat bersama sepuluh siswa lainnya dari Baitul Quran Al-Jahra Magetan, hingga akhirnya terpilih sebagai bagian dari Tim Paskibra Kabupaten Magetan.
Dalam wawancara, Reynaldo—putra dari Djoko Wurjanto dan Sri Wahyuni—menyampaikan rasa bangganya dapat berkontribusi untuk negara. “Menjadi bagian dari Paskibra adalah bentuk kontribusi saya kepada negara. Ini cara saya mengisi kemerdekaan sebagai generasi muda dan penerus bangsa,” ungkapnya.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari perjalanan panjang, kerja keras, serta dukungan dari orang tua, para pembina, dan lingkungan pesantren yang kondusif. Hendro Sasongko dan Deni Sukmawati, selaku orang tua Azzam, bahkan mengaku sempat terkejut saat mengetahui putra mereka lolos seleksi. “Kami sangat terkejut ketika mendengar Azzam lolos seleksi Paskibra. Selama ini, kami mengenal Azzam sebagai anak yang santai dan belum menunjukkan ketertarikan khusus pada bidang seperti TNI atau Polri. Namun, kami selalu mendukung apa pun pilihannya,” ujar orang tua Azzam.
Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih kepada MAIT Baitul Quran Al-Jahra atas pendidikan dan pembinaan karakter yang diberikan kepada anak-anak mereka di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah menyampaikan optimisme bahwa capaian ini akan terus berlanjut di masa mendatang. Harapannya, siswa-siswa MAIT Baitul Quran Al-Jahra Magetan dapat melangkah lebih jauh hingga menembus seleksi di tingkat provinsi, bahkan nasional.
Prestasi ini tidak hanya membanggakan keluarga besar Baitul Quran Al-Jahra Magetan, tetapi juga menjadi bukti bahwa siswa memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam kegiatan kebangsaan, serta menjadi bagian dari generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan cinta tanah air.
Ditulis oleh: Bihrom Valliant Ervianto (kelas XI MAIT Baitul Quran Al-Jahra Magetan)
