Sulaikah Kurniawati, S.Si
Waka Kesiswaan SDIT Al Uswah Surabaya
“Bunda, tadi ketinggalan…”
Kalimat sederhana yang mungkin pernah terdengar di rumah. Entah botol minum, alat tulis, jaket, atau barang pribadi lainnya yang tertinggal di sekolah.
Biasanya, respons kita sebagai orang tua pun spontan. Membantu mencarikan, menghubungi guru, atau bahkan menyelesaikan masalah tersebut untuk anak.
Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya: apakah setiap masalah anak memang harus segera kita selesaikan?
Pertanyaan inilah yang menjadi salah satu pintu masuk dalam Parents Lab Chapter 123 SDIT Al Uswah Surabaya, Sabtu, 12 September 2026.
Mengangkat tema “Membangun Resiliensi Anak – Let Them Try, Let Them Grow”, kegiatan ini menjadi ruang bagi orang tua kelas 1, 2, dan 3 untuk berhenti sejenak dari rutinitas, berbagi cerita, sekaligus merefleksikan kembali cara mendampingi anak dalam proses tumbuh dan belajarnya.
Kegiatan berlangsung dalam tiga sesi. Orang tua kelas 1 mengikuti sesi pukul 07.30–09.00 WIB, kelas 2 pukul 10.00–11.30 WIB, dan kelas 3 pukul 13.00–14.30 WIB.
Bukan seminar dengan orang tua yang hanya duduk dan mendengarkan. Parents Lab dirancang sebagai ruang belajar bersama. Orang tua diajak masuk ke berbagai kasus yang dekat dengan keseharian anak: barang yang tertinggal, anak yang mengalami kegagalan, hingga konflik dengan teman.
Melalui diskusi kelompok, orang tua mencoba melihat sebuah persoalan dari sudut pandang yang berbeda.
Apa sebenarnya masalahnya? Apa yang menjadi tanggung jawab anak? Bantuan seperti apa yang masih mendidik? Dan keterampilan apa yang sedang dibangun melalui pengalaman tersebut?
Dari sinilah muncul kesadaran bahwa membantu anak ternyata tidak selalu berarti mengambil alih persoalannya.
Anak tetap membutuhkan orang tua. Namun, mereka juga membutuhkan kesempatan untuk mencoba.
Let Them Try bukan berarti Let Them Struggle Alone.
Memberi ruang bukan berarti meninggalkan. Orang tua tetap hadir untuk mendampingi, mengarahkan, dan menguatkan, tetapi tidak selalu mengambil alih.
Pesan tersebut terasa semakin bermakna ketika para orang tua mulai berbagi pengalaman satu sama lain.
Bunda Khaisan, orang tua siswa kelas 2, mengungkapkan bahwa Parents Lab memberikan perspektif baru dalam mendampingi ananda.
“Kegiatan tersebut memberikan insight baru dalam mendidik dan mendampingi ananda dalam proses tumbuh kembang dan pembelajarannya.”
Sementara itu, Bunda Ali, orang tua siswa kelas 3, merasakan Parents Lab sebagai ruang yang begitu dekat dengan kehidupan orang tua.
“Kesannya sungguh luar biasa… Parents Lab merupakan ajang curhat isi hati ke ananda. Kelemahan dan kekurangan bisa langsung sharing sesama walmur dan ustadzah.”
Baginya, kesempatan untuk duduk bersama para orang tua lainnya menjadi pengalaman yang berharga.
“Baru kali ini saya bisa duduk bareng bersama walmur yang hebat, pengalaman-pengalaman beliau mengenai anak-anak keren… sampai ada yang menangis kalau cerita soal ananda.”
Sebagai orang tua yang mendampingi anak pertama, Bunda Ali pun menyadari bahwa perjalanan mendidik anak adalah perjalanan untuk terus belajar.
“Saya tidak bisa berkata-kata lagi, cuma bisa mendengarnya berbagi ilmu. Karena Ali anak pertama, jadi saya masih butuh belajar lagi.”
Pada akhirnya, Parents Lab bukan tentang mencari siapa orang tua yang paling benar.
Parents Lab adalah tentang belajar bersama.
Belajar memahami bahwa anak tidak akan selalu berhasil. Tidak selalu ingat. Tidak selalu tahu harus berbuat apa. Dan justru dari berbagai pengalaman itulah mereka memiliki kesempatan untuk belajar bertanggung jawab, memecahkan masalah, dan menjadi lebih mandiri.
Di penghujung kegiatan, orang tua diajak memilih satu perubahan kecil yang akan mulai dilakukan di rumah: memberi anak kesempatan untuk mencoba sesuatu yang sebelumnya mungkin masih sering diambil alih oleh orang tua.
Satu langkah kecil. Satu kebiasaan baru. Satu ruang yang lebih luas untuk anak bertumbuh.
Karena mungkin, yang anak butuhkan bukan orang tua yang selalu membuat semuanya menjadi mudah.
Tetapi orang tua yang berkata,
“Coba dulu. Bunda ada di sini.”
Let them try. Let them learn. Let them grow.







