Surabaya – KB TKIT Permata Surabaya kembali diramaikan oleh antusiasme para wali murid baru dalam rangka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar pada Sabtu, 5 Juli 2025. Acara ini merupakan bagian dari penyambutan tahun ajaran baru 2025/2026 sekaligus menjadi momen penting untuk menyampaikan informasi program sekolah dan menjalin komunikasi awal yang kuat antara sekolah dan orang tua.
Berlokasi di Gedung 1 KB TKIT Permata Surabaya, yang beralamat di Perumahan Pondok Benowo Indah Blok XX No. 1, Babat Jerawat, Pakal, Kota Surabaya, kegiatan ini dihadiri oleh wali murid kelompok bermain (KB) dan TK A.
MPLS ini memberikan banyak manfaat bagi wali murid. Di antaranya adalah untuk memahami sistem pendidikan dan pendekatan pembelajaran terpadu sesuai kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), mengenal para ustadzah yang akan membimbing anak-anak, membangun jaringan antar orang tua, serta memahami aturan, kebijakan, dan program sekolah baik akademik maupun non-akademik.
Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan proses registrasi. Ustadzah Wahju membuka acara sebagai pembawa acara, dilanjutkan tilawah dan tadabur Al-Qur’an Surah Al-Insyirah oleh Ustadzah Rosyidah Shofiyah, S.E. Setelah itu, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars JSIT yang dipandu oleh dirigen Ustadzah Diyan Fitriya Ningsih, S.Sos.
Acara inti disampaikan oleh Kepala Sekolah KB TKIT Permata Surabaya, Ustadzah Maria Indah, S.Pd. Beliau menjelaskan sejarah dan profil sekolah, sistem pendidikan terpadu, pendekatan pembelajaran, serta standar kompetensi lulusan. Tujuan besar JSIT pun diperkenalkan secara interaktif oleh Ustadzah Rosi dan disambut antusias oleh para wali murid.
Suasana menjadi semakin akrab ketika sesi ice breaking dimulai dengan lagu “Naik Delman” yang dinyanyikan sambil bergerak dengan irama yang semakin cepat. Acara dilanjutkan dengan pengenalan struktur kepemimpinan dan seluruh ustadzah dari KB, TK, daycare, guru Qur’an, shadow teacher, hingga wali kelas.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung perkembangan anak secara maksimal. Ia menyebut bahwa pendidikan anak usia dini adalah fase pondasi yang krusial, karena menjadi dasar terbentuknya kepribadian, kognitif, sosial, dan emosional anak. Oleh karena itu, stimulasi yang tepat sangat dibutuhkan melalui pendidikan berbasis Quran dan Sunnah serta nilai-nilai akhlak mulia.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pembagian perlengkapan sekolah tahap kedua.
“Saya memilih TKIT Permata karena sudah mengenal ustadzah-ustadzahnya yang telaten dan punya visi pendidikan yang sejalan dengan keluarga kami. Bukan hanya soal akademik, tapi juga pembentukan karakter Islami anak,” ujar salah satu wali murid dalam kegiatan tersebut.
