SITUBONDO – Perkemahan bukan sekadar tidur di tenda atau menyalakan api unggun. Lebih dari itu, ia adalah ruang belajar kemandirian, keberanian, dan kebersamaan. Hal inilah yang dialami para penggalang SDIT Bina Insan dalam Amazing Camp 2025 yang penuh cerita inspiratif.
Selama dua hari, Jumat–Sabtu (12–13/9/2025), Gugus Depan 07.119 – 07.120 SDIT Bina Insan menggelar perkemahan di Water Park Wonokoyo Asri (WA), Kapongan, Situbondo. Kegiatan berlangsung meriah, sarat pengalaman, sekaligus meninggalkan jejak sejarah baru bagi Gudep.
Mengasah Kemandirian dan Kekompakan
Di tengah suasana alam terbuka, para penggalang diuji untuk mengatasi rasa takut, melatih disiplin, dan membangun solidaritas. Berbagai aktivitas menantang yang dirancang pembina mampu membentuk mental tangguh sekaligus mempererat kebersamaan.
Yang menarik, peserta ditempatkan dalam regu campuran antar kelas. Walau berbeda latar belakang, mereka mampu menyatu, saling mendukung, dan menyelesaikan setiap tantangan dengan semangat tinggi. Seluruh kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Sejarah Baru: Dua Penggalang Ramu Perdana
Puncak kebanggaan Amazing Camp 2025 hadir lewat kelahiran dua penggalang ramu perdana dalam sejarah Gudep SDIT Bina Insan. Mereka adalah Anindita Rava Khairinniswa dan Kaysha Nafast Fayakun, yang berhasil naik tingkat berkat ketekunan, keberanian, dan semangat juang luar biasa.
Peran Kekompakan dan Kebersamaan

Menurut Kamabigus SDIT Bina Insan, Faridah L. Mukaroma, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak. Meski persiapan relatif singkat di tengah padatnya agenda sekolah, semangat kebersamaan membuat acara dapat berjalan sukses.
“Alhamdulillah, dengan ridho Allah SWT, Amazing Camp bisa terlaksana cukup sukses. Anak-anak mampu menaklukkan rasa takut dan kelemahan diri, hingga lahirlah dua penggalang ramu perdana sebagai bukti capaian penting Gudep SDIT Bina Insan,” ujar Faridah.
Lebih dari Sekadar Perkemahan
Amazing Camp tahun ini membuktikan bahwa perkemahan bukan hanya soal kegiatan di alam terbuka, melainkan juga wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, dan persaudaraan. Sebuah langkah nyata untuk menumbuhkan generasi penggalang yang berani, mandiri, dan siap berkontribusi lebih luas di masa depan.
Penulis: Yanuar
