Sidoarjo – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Timur akan menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) pada Sabtu–Ahad, 7–8 Februari 2026. Kegiatan tersebut rencananya dilaksanakan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo dan menjadi agenda strategis dalam penguatan program kerja organisasi.
Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur, Moch Edris Effendi, ST, M.PSDM, menyampaikan bahwa Mukerwil tahun ini akan diikuti oleh ratusan pengurus dari berbagai daerah di Jawa Timur. Total peserta yang terdaftar mencapai 265 orang, terdiri dari 55 peserta pengurus wilayah dan 210 peserta pengurus daerah.
Menurutnya, Mukerwil menjadi forum penting untuk menyinergikan arah kebijakan, menyusun langkah strategis, serta memperkuat kolaborasi antara pengurus wilayah dan daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam terpadu.
“Mukerwil ini menjadi momentum untuk menyamakan visi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan program kerja yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi sekolah-sekolah Islam terpadu di Jawa Timur,” ujar Edris.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta Mukerwil dari wilayah dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari arahan pimpinan wilayah, rapat komisi, rapat pleno, hingga penyusunan rekomendasi kerja yang akan disampaikan kepada pengurus daerah pada hari berikutnya. Selain pembahasan program, kegiatan juga diisi dengan penguatan ruhiyah dan kebersamaan antarpengurus.
Mukerwil JSIT Jawa Timur 2026 mengusung semangat kolaborasi dan inovasi sebagai upaya menjawab tantangan pendidikan ke depan, khususnya dalam membangun sistem pendidikan Islam terpadu yang bermutu, berkarakter, dan berkelanjutan.
Dengan persiapan yang matang dan partisipasi aktif seluruh pengurus, Mukerwil ini diharapkan mampu menghasilkan keputusan strategis yang memperkuat peran JSIT Jawa Timur dalam mendukung kemajuan pendidikan di tingkat regional maupun nasional.
