Bondowoso – SMP Islam Terpadu (SMPIT) Bina Insan Cemerlang menggelar kegiatan Outdoor Learning di Desa Blimbing, Kecamatan Klabang, Bondowoso. Kegiatan ini diikuti oleh 70 siswa kelas IX bersama para guru pendamping sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual di luar kelas.
Outdoor Learning kali ini mengangkat tema “Ka Dhisah: Melestarikan Warisan Budaya Bondowoso”. Melalui kegiatan ini, siswa diajak belajar langsung di tengah masyarakat agar memperoleh pengalaman nyata dan interaktif, tidak hanya memahami materi secara teori di dalam kelas.
Tradisi Ka Dhisah sendiri merupakan upacara adat tahunan masyarakat Desa Blimbing yang dilaksanakan setiap tanggal 12–15 Sya’ban dalam kalender Hijriah. Upacara ini dikenal sebagai selamatan desa atau rokat desa. Pada tahun ini, puncak perayaan Ka Dhisah berlangsung pada 15 Sya’ban 1447 H, bertepatan dengan 3 Februari 2026.

Dalam rangkaian Ka Dhisah, masyarakat menampilkan berbagai kesenian tradisional khas Bondowoso, seperti Singo Ulung, Tari Topeng Konah, Tari Tandhek Binik, serta Ojung. Kesenian Ojung bahkan telah ditetapkan sebagai salah satu situs budaya Ijen Geopark dan diakui sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG) sejak tahun 2023.
Salah satu siswa, Haidar, mengungkapkan kesan positifnya mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, Outdoor Learning kali ini terasa berbeda karena dilakukan di desa yang berjarak sekitar 20 kilometer dari sekolah. “Saya jadi tahu bahwa adat istiadat harus dilestarikan. Generasi muda Bondowoso harus mengenal budaya asli daerahnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Islam Terpadu Bina Insan Cemerlang, Andika Firdaus Yulianto, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam mengenalkan budaya lokal kepada peserta didik. “Dengan mengenal budaya sendiri, kami berharap siswa mampu melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan warisan budaya tersebut dengan cara dan kreativitas mereka,” jelasnya.

Melalui kegiatan Outdoor Learning ini, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman akademik, tetapi juga pengalaman belajar yang lebih luas dan mendalam tentang kearifan lokal Bondowoso. Sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pelestarian budaya daerah.
Penulis: Iffatun Navisah
