Surabaya — Semangat kebersamaan, kemandirian, dan pembinaan karakter terpancar dalam kegiatan Perkemahan Jum’at Sabtu (PERJUSA) SDIT dan SMPIT Permata Surabaya yang digelar pada 10–11 April 2026 di Taman Cahaya Pakal.
Mengusung tema “Membentuk Pramuka Tangguh, Mandiri, dan Berakhlakul Qur’an”, kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari jenjang Siaga hingga Penggalang, termasuk calon Pramuka Garuda.
Sebanyak sekitar 100 peserta mengikuti kegiatan Persari (Perkemahan Satu Hari) untuk kelas 1–2, sementara sekitar 190 peserta lainnya mengikuti perkemahan menginap.
Kegiatan dibuka dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat dan dihadiri oleh perwakilan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Surabaya, Drs. Bambang Wiyono, selaku Wakil Ketua Bidang Pembinaan Orang Dewasa.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjadi Pramuka yang handal, kuat, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Dasadharma dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Peserta mengikuti berbagai aktivitas menarik, mulai dari lomba yel-yel yang kreatif, kegiatan kebersamaan, hingga api unggun yang semakin menyemarakkan suasana malam.
Pada kegiatan api unggun, SAKO Pramuka JSIT bersama Kak Ghofur turut hadir dan memberikan penguatan makna Dasadharma Pramuka secara inspiratif.
Tidak hanya penguatan fisik, kegiatan ini juga menekankan pembinaan spiritual. Pada dini hari, peserta melaksanakan qiyamul lail dan tilawah Al-Qur’an dengan target satu juz sebagai bentuk penguatan iman.

Keesokan harinya, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi, bersih lingkungan perkemahan, serta hiking yang menantang sekaligus menyenangkan.
Acara ditutup dengan prosesi penutupan dan penyerahan tanda peserta sebagai bukti keikutsertaan dalam kegiatan PERJUSA.

Kegiatan ini menjadi momen berharga dalam membentuk generasi Pramuka yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga kokoh dalam iman dan akhlak.
Salah satu wali murid, orang tua dari Ananda Abinaya Al Fatih kelas 3C, menyampaikan kesan mendalam terhadap kegiatan ini.
“Alhamdulillah, kami sangat senang melihat anak kami pulang dengan wajah lelah namun bahagia. Ia bercerita bahwa kegiatan Perjusa sangat seru dan berkesan,” ungkapnya.
Ia juga mengaku terharu karena anaknya mampu bangun untuk melaksanakan salat tahajud bersama teman-temannya.
“Di rumah, untuk bangun Subuh saja sering membutuhkan proses. Tapi di sana bisa bangun dengan semangat. MasyaAllah,” tambahnya.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan banyak pembelajaran bagi anak, mulai dari kemandirian, kebersamaan, hingga kemampuan beradaptasi.
Ia berharap kegiatan PERJUSA dapat terus menjadi agenda rutin yang memberikan manfaat bagi perkembangan karakter anak.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara sekolah, pembina, dan orang tua mampu menghadirkan pengalaman pendidikan yang bermakna bagi peserta didik.
Penulis:Abdullah Umar Siddiq, M.Pd
