Pelatihan PBB dan Penyuluhan Bahaya NAPZA oleh Koramil Kecamatan Benowo Kota Surabaya kepada Santri PPQ SMPIT Permata Surabaya
Penulis : Anggraini Putri Mahardita, S.Pd
Surabaya – PPQ SMPIT Permata Surabaya melakukan pelatihan Pendidikan Baris-Berbaris (PBB) dan penyuluhan NAPZA yang dipimpin dan disampaikan langsung oleh Sunarto dan Armuji, dua personil KORAMIL Kecamatan Benowo Kota Surabaya pada Selasa, 15 Juli 2025 di Taman Cahaya Surabaya. Kegiatan ini diikuti siswa dari kelas 7, kelas 8, dan kelas 9 yang berjumlah 88 siswa.
Kegiatan pertama yang dilakukan adalah, Pelatihan Baris – Baris (PBB). Dalam baris berbaris, setiap peserta didik wajib mengikuti instruksi dengan tepat dan mentaati tata tertib yang ditetapkan. Dalam prosesnya, peserta didik belajar memahami pentingnya menghargai otoritas dan mentaati aturan yang ada. Dan diharapkan membantu peserta didik dalam mengontrol emosi, melatih kesadaran diri, dan mengikuti perintah dengan patuh.
Dalam pelaksanaannya, dibawah terik matahari setiap keringat yang mengalir, justru menjadi bukti keseriusan dari setiap gerakan. Pelatihan ini bukan hanya tentang baris-berbaris. Lebih dari itu, ini adalah proses pembelajaran dalam menanamkan nilai-nilai disiplin, kebersamaan, dan cinta tanah air pada peserta didik.
“Dalam setiap barisan, kerja sama dan koordinasi yang baik sangat penting agar barisan dapat bergerak secara seragam dan sinkron,” ujar Sunarto.
Selain kedisiplinan, dalam kehidupan sehari – hari peserta didik diharapkan memiliki kemampuan untuk bekerja dalam tim dan membangun hubungan yang baik.
Kegiatan kedua yang dilakukan adalah, Penyuluhan NAPZA. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelajar tentang hal yang berpotensi merusak masa depan mereka. Salah satu fokus utama penyuluhan ini adalah menyampaikan dampak buruk penggunaan narkoba, yang bisa merusak kesehatan fisik dan mental.
“Penyalahgunaan narkoba tidak hanya mengancam masa depan pribadi, tetapi juga dapat merusak masa depan bangsa. Jauhi narkoba dan lebih bijak dalam menghadapi pengaruh negatif di lingkungan mereka. Sekali kalian coba, sudah pasti sejak saat itu pula kalian telah merusak diri kalian sendiri,” ujar Armuji.
Kegiatan yang disambut respon positif oleh peserta didik ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menyiapkan pelajar tangguh yang tidak cukup hanya dengan ilmu, tetapi juga mental yang kuat dan pilihan hidup yang sehat.
