Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi saat kakek dari dua siswa kelas Takhassus, Ashaleena dan Alyssa, menyampaikan sambutannya. Dengan suara bergetar, ia menekankan pentingnya menghafal Al-Qur’an sebagai warisan abadi. Ia menggugah hati para murid dengan kalimat:
“Tubuh kita akan hancur dimakan tanah dan binatang, kecuali tubuh penghafal Qur’an. Kalian mau tubuh kalian tetap utuh di kubur?”
Sontak seluruh murid menjawab, “Mau!” — menandakan semangat mereka yang luar biasa.
Prosesi Khataman Al-Qur’an 2 Kali dalam Sejam

Acara inti berupa pembacaan Al-Qur’an 30 juz berlangsung serempak dan penuh kekhusyukan. Dengan suara lembut dan penuh ketekunan, 104 siswa kelas Takhassus membacakan ayat demi ayat, didampingi guru dan wali kelas. Hanya dalam waktu satu jam, proses khataman Qur’an 2 kali pun selesai dengan tertib dan penuh keberkahan.
Momen ini menjadi bukti nyata bahwa anak-anak usia SD pun mampu menjadi bagian dari gerakan cinta Al-Qur’an jika mendapatkan pendampingan dan lingkungan yang mendukung.
Sesi Motivasi Inspiratif Bersama Kak Irul dan Choki
Acara semakin meriah dengan kehadiran Kak Irul dan boneka lucunya, Choki, dari Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI). Dalam sesi interaktif yang penuh tawa dan makna, Kak Irul menyampaikan pesan penting tentang menjaga hafalan dan menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat hidup. Ia juga memberikan hadiah uang tunai untuk murid yang berani tampil menirukan adegan cerita. Suasana pun menjadi ceria sekaligus mendalam.
Penutupan Penuh Doa dan Harapan
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Sholihan al-Hafidz, dilanjutkan ramah tamah yang disiapkan oleh tuan rumah acara, Rachmie Clinic Premiere Gresik.
Awal Tahun Ajaran yang Qur’ani
Khotmil Qur’an ini menjadi penanda awal tahun ajaran yang penuh semangat dan spiritualitas. Program Takhassus di SDIT Al Ibrah Gresik terbukti mampu menciptakan generasi Qur’ani, dengan pendekatan yang menyentuh hati dan dukungan penuh dari guru serta orang tua.
Semoga kegiatan ini menjadi awal dari perjalanan mulia menuju generasi khairu ummah — generasi yang mencintai, menjaga, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam setiap langkah hidupnya.
