Kegiatan ini merupakan bagian dari asesmen akhir tahun ajaran 2024/2025 dalam mata pelajaran Al-Qur’an, yang mengacu pada metode ‘Ilman wa Ruuhan (IWR)
Penulis: Edi Purwanto
Sidoarjo— SD Islam An Nahl Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, menggelar kegiatan Imtihan Tilawah dan Tahfidz Al-Qur’an pada Rabu (28/5/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari asesmen akhir tahun ajaran 2024/2025 dalam mata pelajaran Al-Qur’an, yang mengacu pada metode ‘Ilman wa Ruuhan (IWR) dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia.

Sebanyak 23 siswa mengikuti kegiatan imtihan dengan capaian hafalan yang bervariasi, mulai dari Juz 30 hingga Juz 1. Beberapa siswa bahkan telah menghafal hingga enam juz Al-Qur’an. Kegiatan ini menghadirkan penguji eksternal, Ustadz Ihya’ ‘Ulumuddin, S.Pd., praktisi pendidikan Al-Qur’an dan trainer metode IWR dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Qur’ani (BP2Q) pusat JSIT Indonesia.
Metode IWR yang diterapkan di SD Islam An Nahl mengintegrasikan aspek pemahaman (‘Ilman) dan spiritualitas Al-Qur’an (Ruuhan), serta dirancang untuk diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga oleh masyarakat luas dari berbagai kelompok usia.
Kepala SD Islam An Nahl, Ust. Edi Purwanto, S.Pd.I, menuturkan bahwa imtihan ini tidak semata-mata sebagai bentuk evaluasi hafalan, melainkan juga sebagai sarana pembinaan karakter siswa. “Kami berharap siswa tidak hanya sekadar hafal, namun juga mencintai, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan mereka sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh siswa, guru, dan orang tua. Persiapan dilakukan secara intensif, baik di sekolah maupun di rumah. Kolaborasi antara pendidik dan wali murid menjadi salah satu faktor keberhasilan pembinaan Al-Qur’an di SD Islam An Nahl.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SD Islam An Nahl menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul dalam akhlak dan siap menjadi penerus dakwah Islam di masa depan.
