MAGETAN — Ada yang istimewa menanti para penegak Sako Pramuka SIT Jawa Timur minggu ini. Dalam dua hari ke depan, mereka akan memulai petualangan besar bertajuk Kembara 2025, sebuah kegiatan yang dirancang bukan sekadar untuk berkemah, tapi untuk menguji kemandirian, keberanian, dan semangat eksplorasi.
Kembara 2025 akan digelar selama tiga hari, 13–15 November 2025, dengan dua lokasi utama yang menawarkan panorama sekaligus tantangan berbeda: Bumi Perkemahan Alastuwo dan Taman Wisata Genilangit, Magetan.
“Magetan punya pesona alam yang lengkap — dari hutan pinus, perbukitan, hingga negeri di atas awan. Kami ingin adik-adik penegak merasakan langsung keindahan dan tantangan itu,” ujar Kak Jati Palupi, S.Pd, Pinsakocab Magetan, dengan semangat.
Menurutnya, pengalaman dua lokasi ini akan meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Hari pertama di Alastuwo akan berfokus pada kegiatan dasar kepramukaan dan survival, sementara dua hari berikutnya di Genilangit menghadirkan petualangan eksploratif yang lebih terbuka, termasuk perjalanan menuju puncak Gunung Kendil, ikon wisata alam Magetan.
“Selamat datang untuk adik-adik pramuka penegak dari seluruh Jawa Timur,” sambut Kak Amin Riyanto, S.Pd, Kabid Pramuka SIT JSIT Daerah Magetan. “Kami sudah siapkan kejutan spesial di puncak Kendil dan negeri di atas awan Magetan,” tambahnya penuh misteri.
Kegiatan ini bukan hanya ajang petualangan, tapi juga sarana memperkuat karakter dan solidaritas antarsesama pramuka SIT. Di tengah udara sejuk pegunungan dan keramahan warga Magetan, para peserta akan diajak belajar mencintai alam, mengasah kepemimpinan, serta menumbuhkan rasa syukur atas ciptaan Tuhan.
Dengan slogan “Magetan Ngangeni”, panitia berharap kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin — yang menanamkan cinta terhadap alam, daerah, dan sesama manusia.
“Ciptakan kesan yang membuat orang ingin kembali,” pesan Kak Jati, menutup wawancara.
Kembara 2025 bukan hanya tentang langkah kaki menapaki alam Magetan, tapi tentang menapaki makna perjalanan itu sendiri — tentang menemukan diri di tengah perjalanan yang tak akan terlupakan.
