Suasana penuh warna dan semangat kebinekaan menyelimuti halaman SMPIT–MAIT Bina Insan Cendekia pada Ahad, 26 Oktober 2025. Sekolah ini menggelar kegiatan bertajuk “Pekan Nusantara & Penerimaan Rapor Tengah Semester” sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia, sekaligus wadah mempererat hubungan antara guru, siswa, dan orang tua.
Acara dibuka secara resmi dengan pemotongan pita oleh Ketua Yayasan Bina Insan Cendekia, Ustadz Ahmad Azka, Lc. Setelah itu, seluruh tamu undangan, guru, orang tua, dan siswa bersama-sama menuju panggung utama untuk mengikuti rangkaian kegiatan inti.
Dalam sambutannya, Ustadz Ahmad Azka mengingatkan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap tanah air dan budaya bangsa sejak dini. “Cinta tanah air tidak cukup diucapkan, tapi harus diwujudkan dalam rasa syukur dan kebanggaan atas keberagaman yang Allah anugerahkan kepada Indonesia,” ujarnya penuh semangat.
Senada dengan itu, Direktur Pendidikan, Ustadz Yuli Sugiarto, S.M., menambahkan bahwa kegiatan seperti Pekan Nusantara menjadi ajang pendidikan karakter yang bermakna. “Anak-anak belajar tentang nilai kebersamaan, menghargai perbedaan, dan bangga menjadi bagian dari bangsa besar yang kaya budaya,” tuturnya.
Rangkaian acara berlangsung meriah. Para siswa menampilkan tari dan drama bertema cerita rakyat dari berbagai daerah seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Jawa Timur. Kostum warna-warni serta ekspresi penuh penghayatan membuat setiap penampilan menuai tepuk tangan meriah dari penonton.
Tidak hanya itu, halaman sekolah disulap menjadi arena bazar kuliner Nusantara. Orang tua dan siswa berkolaborasi menghadirkan aneka makanan khas daerah, mulai dari sate Padang, gudeg, klepon, hingga serabi. Ada pula stand permainan tradisional yang mengajak anak-anak mencoba egrang, congklak, dan bakiak—permainan yang kini mulai jarang dijumpai.

Usai acara kebudayaan, kegiatan dilanjutkan dengan penerimaan rapor tengah semester yang berlangsung tertib dan penuh kehangatan. Orang tua dan guru memanfaatkan momen ini untuk berdiskusi mengenai perkembangan akademik dan karakter siswa.
Kegiatan ditutup dengan doa dan foto bersama. Melalui acara ini, SMPIT–MAIT Bina Insan Cendekia menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, berbudaya, dan berakhlak Islami—anak-anak yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga bangga menjadi bagian dari Indonesia yang majemuk.

Penulis: Yuanisa Nur Wiranda, S.E
