Penulis: Nur Amalina Syafiqoh, S.Psi
SURABAYA — Tawa riang dan langkah kecil penuh semangat terdengar sejak pagi di halaman KBIT Permata Surabaya, Kamis (9/10/2025). Hari itu, seluruh siswa tampak antusias mengikuti kegiatan outbound bertema “Bersahabat dengan Alam” yang diselenggarakan di Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Kegiatan ini menjadi ajang belajar yang berbeda—di mana anak-anak tidak hanya mengenal hewan secara langsung, tetapi juga belajar tentang cinta lingkungan, keberanian, serta kebersamaan dalam suasana penuh keceriaan.

Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadzah Diyan Fitriya Ningsih, S.Sos., selaku Wali Kelas KBIT Permata. Sebelum berangkat, anak-anak diberikan pengarahan tentang tata tertib selama kegiatan dan pentingnya menjaga kebersihan serta menyayangi makhluk hidup. Semangat belajar sambil bermain tampak jelas dari wajah-wajah kecil mereka.
Setelah pembukaan, rombongan menaiki bemo menuju lokasi kegiatan. Perjalanan yang sederhana itu justru menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak yang tak henti-hentinya bernyanyi dan bersorak gembira. Sesampainya di Kebun Binatang Surabaya, mereka diajak berkeliling untuk mengenal berbagai jenis satwa seperti jerapah, beruang, buaya, ikan, ular, hingga hewan peliharaan seperti kucing dan domba.
Dengan penuh antusias, anak-anak mendengarkan penjelasan dari ustadzah tentang habitat dan makanan hewan-hewan tersebut. Mereka juga tampak kagum melihat perilaku hewan dari dekat—sebuah pengalaman nyata yang tak bisa diperoleh dari buku pelajaran.
Setelah berkeliling, anak-anak beristirahat dan makan bersama di area teduh yang telah disiapkan. Suasana penuh keakraban tercipta ketika mereka saling berbagi bekal dan bercerita tentang hewan favorit yang baru mereka lihat.
Kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan ketangkasan yang dirancang untuk menstimulasi motorik kasar dan kreativitas anak. Dalam permainan ini, anak-anak menirukan gerakan hewan—merangkak seperti kucing, melompat seperti katak, hingga berlari memindahkan bola. Tawa ceria pun mengiringi setiap permainan, membuat suasana semakin hangat dan menyenangkan.
Menjelang siang, kegiatan diakhiri dengan doa bersama. Anak-anak kembali ke sekolah dalam kondisi sehat, ceria, dan penuh cerita baru untuk dibagikan kepada orang tua mereka.
Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan dan menumbuhkan semangat eksplorasi sejak usia dini.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar menghargai ciptaan Allah, memahami alam sekitar, sekaligus mengasah keberanian dan rasa ingin tahu mereka,” ujar Nur Amalina Syafiqoh, S.Psi., selaku salah satu ustadzah pendamping.
