Penulis: Janan
Magetan – Menghadirkan pembelajaran bermakna di luar kelas, SDIT Al Ibrah Gresik kembali menggelar kegiatan tahunan Survivor & Qur’an Camp bagi siswa-siswi kelas 6. Tahun ini, kegiatan istimewa tersebut berlangsung di Kampung Susu Lawu (KSL), Magetan, Jawa Timur, selama tiga hari dua malam, dengan tema “Bertahan di Alam, Kokoh dalam Iman.”
Perjalanan penuh makna ini dimulai dengan sambutan gerimis dan udara dingin khas lereng Gunung Lawu. Acara pembukaan yang hangat dihadiri oleh Kepala Dusun KSL Bapak Slamet Waluyo, Ibu Sri, dan perwakilan orang tua asuh, Bapak Kusman, serta dibuka oleh Ustadzah Iffah dari SDIT Al Ibrah. Para siswa kemudian tinggal di homestay dan diasuh oleh keluarga lokal, memperkuat nilai empati dan kemandirian.
Selama kegiatan, para siswa mengikuti berbagai aktivitas bermakna yang memperkuat akhlak, keimanan, dan ketangguhan mental. Salah satu kegiatan utama adalah tahfidz Al-Qur’an, yang dilaksanakan dalam 4 sesi intensif, masing-masing berlangsung hingga 2 jam, di mana setiap anak menyetorkan hafalan sesuai target mereka. Bahkan, suasana malam hari yang dingin tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyatu dalam Midnight Reflection, yakni sholat qiyamullail bersama, saling memberi motivasi sesama teman, hingga sholat Subuh berjamaah — momen yang memperkuat rasa syukur dan spiritualitas.

Sesi motivasi bertajuk “My Spirit” juga turut menggugah semangat anak-anak. Ustadz Irul menyampaikan materi tentang motivasi belajar dan bertumbuh sebagai pribadi tangguh, sedangkan Ustadz Masnun memberikan motivasi Qur’ani yang menginspirasi peserta untuk mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya cahaya dalam setiap langkah.
Kegiatan edukatif lainnya adalah Cooking Dairy Products, di mana anak-anak belajar mengolah susu sapi segar menjadi aneka makanan modern seperti nugget susu, dodol susu, dan cokelat susu. Aktivitas ini bukan sekadar memasak, tetapi melatih kerjasama tim, kreativitas, dan keterampilan hidup.

Tak kalah menarik, peserta juga diajak ke unit pengolahan limbah kotoran sapi. Dalam sesi ini, mereka menyaksikan langsung bagaimana limbah diproses menjadi pupuk organik, sebuah pelajaran penting tentang keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak.
Salah satu pengalaman tak terlupakan adalah saat mengikuti Lawu Green Forest Adventure, menjelajah lereng Gunung Lawu dengan jeep off-road. Jalan sempit, tanjakan terjal, licin, berbatu, dan penuh kelok tajam, membuat adrenalin terpacu. Beberapa peserta bahkan harus rela bajunya terciprat lumpur, namun tawa dan takbir bergema seiring jeep melaju — pengalaman spiritual sekaligus menyenangkan yang mengajarkan keberanian dan ketangguhan.
Di sela aktivitas padat, anak-anak juga menikmati kegiatan Happy Swimming, berenang bergantian di kolam air dingin bersuhu sekitar 15 derajat Celsius. Kegiatan ini memberikan pengalaman unik, sekaligus melatih ketahanan fisik di suhu ekstrem.
Tak lupa, sebelum penutupan, peserta diajak untuk membuat album kenangan bertajuk “Arranging Memorable Photo.” Mereka berpose di berbagai spot indah di kawasan Kampung Susu Lawu dan gerbang jalur pendakian Gunung Lawu, sebagai dokumentasi persahabatan dan kebersamaan yang akan selalu diingat.
Kegiatan ditutup secara haru dan khidmat. Kepala Dusun serta perwakilan orang tua asuh menyampaikan kesan mendalam atas semangat anak-anak dalam tahfidz dan akhlak selama kegiatan. Salah satu anak berceletuk, “Aku sudah packing barang, sudah siap pulang, sudah cek semua… tapi rasanya seperti ada yang tertinggal.” Ibu asuh menjawab sambil tersenyum, “Itu artinya kamu kerasan di sini. Nanti ke sini lagi ya.”
Kesan mendalam juga datang dari orang tua peserta. Seorang wali murid menuliskan,
“Awalnya sempat khawatir mengikutkan ananda untuk ikut survivor ini. Tapi Masya Allah… saat lihat foto-foto dari ustadzah, langsung hilang semuaaa khawatirnya, dan kami langsung tidak berhenti bersyukur. Maychesta mendapat pengalaman dan bekal yang sangat berharga. Benar-benar program yang bagus untuk anak-anak, ust. Terima kasih ustadzah, terima kasih sekolah sudah membuat program yang luar biasa ini untuk anak-anak “
Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala SDIT Al Ibrah, Ustadz Janan, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan harapannya:
“Survivor & Qur’an Camp ini adalah bagian dari ikhtiar kami menjadikan sekolah sebagai ruang tumbuh yang nyata bagi anak-anak. Bukan hanya tentang prestasi akademik, tapi tentang membentuk jiwa mandiri, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur’an dalam kondisi apapun. Kami berharap pengalaman di alam ini menjadi bekal karakter kehidupan yang kokoh — mereka bisa bertahan, bersyukur, dan tumbuh menjadi generasi Islam yang tangguh, penuh kasih, dan siap berkontribusi untuk umat dan bangsa.”
Survivor & Qur’an Camp SDIT Al Ibrah 2025 bukan sekadar perjalanan, tapi pengalaman hidup. Alam menjadi guru, Al-Qur’an menjadi cahaya, dan kebersamaan menjadi energi untuk terus tumbuh dalam iman, akhlak, dan kemandirian. Dari Kampung Susu Lawu, anak-anak kembali ke Gresik… namun hati mereka tertinggal di sana.
