Penulis: Ariswara Wiranagara
Surabaya – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Timur sukses menggelar Pelatihan Kepala Sekolah Batch 1 yang diikuti 100 peserta dari jenjang TK/sederajat hingga SMA/sederajat. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 1–3 Agustus 2025, di Hotel Sahid Surabaya.
Pelatihan ini menghadirkan dua trainer nasional berpengalaman, yakni Moch. Edris Effendi, S.T., M.PSDM, Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur, dan Pakar Pendidikan, Dr. H. Moch. Zahri, M.Pd. Materi pelatihan mencakup delapan tema strategis pengelolaan mutu sekolah:
- Kebijakan Mutu Sekolah
- Penyusunan Sasaran, Target, dan Program
- Sistem Monitoring Mutu
- Improvement of Personal Capacity
- Building Innovation Team
- Breakthrough and Leap Programme
- Intuitive School Mapping
- Effective Execution Strategy
Dalam pemaparannya, Ustadz Edris menekankan pentingnya kepala sekolah memiliki kemampuan adaptasi cepat terhadap perubahan. “Kepala sekolah harus cepat beradaptasi dengan kondisi yang ada agar sekolah bisa bertahan dan memiliki mutu yang menjadi komitmen dalam pengelolaannya,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Moch. Zahri memaparkan hasil survei pra-pelatihan yang diisi peserta. Lebih dari 70% menyebut pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor paling penting dalam keberhasilan sekolah, mengungguli program dan administrasi.

“Fakta ini menjadi dasar bahwa pelatihan tidak hanya fokus pada strategi dan perencanaan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas pribadi dan kepemimpinan dalam mengelola SDM secara efektif,” jelasnya.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan bekal teknis, tetapi juga membentuk growth mindset kepemimpinan yang visioner dan inovatif. Peserta dilatih memetakan potensi sekolah, membangun tim solid, serta mengeksekusi program dengan efektif dan berdampak.
Selama tiga hari, suasana penuh semangat dan antusiasme terlihat dari diskusi interaktif dan pertukaran pengalaman antar peserta. Kegiatan ini diharapkan melahirkan kepala sekolah Islam terpadu yang kompeten, inovatif, dan siap menjadi agen perubahan di tengah tantangan dunia pendidikan.
