Bojonegoro, Kamis (2/10/2025) — Suasana pagi yang cerah di SDIT Insan Permata Bojonegoro menjadi awal kegiatan penuh makna. Usai pembiasaan pagi berupa salat Dhuha dan murojaah, sebanyak 20 siswi kelas 5A dan 5B berangkat menuju pusat kota Bojonegoro untuk melaksanakan praktik nyata pembelajaran BPI (Bina Pribadi Islami).
Kegiatan ini bukan sekadar pembelajaran di luar kelas, tetapi menjadi pengalaman spiritual dan sosial yang membentuk karakter Islami. Para siswi muslimah didampingi oleh Ustazah Nanin Meipuspa Ranie, selaku pembina BPI, dalam misi sederhana namun bermakna: berbagi dengan masyarakat dan menebar kebaikan di hari Kamis berkah.

Belajar dengan Aksi Nyata
Sesampainya di lokasi, para siswi menerima pengarahan langsung dari pembina. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan tugas berbeda — mulai dari membagikan makanan, bersosialisasi dengan warga, hingga melakukan wawancara singkat.
Menurut Ustazah Nanin, kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran langsung yang mengajarkan nilai empati, sopan santun, dan keterampilan sosial. “Anak-anak belajar bukan hanya dari buku, tapi dari pengalaman. Mereka perlu tahu bahwa berbagi, menghargai orang lain, dan berbuat baik adalah bagian dari ibadah,” ujarnya.
Anak-anak tampak antusias saat melaksanakan tugas mereka. Salah satu siswi mengaku senang sekaligus terharu ketika membagikan nasi berkah kepada ibu-ibu penjual kerupuk di pinggir jalan. “Kami senang, ustazah. Rasanya bahagia bisa berbagi dan melihat senyum orang lain,” ucapnya polos namun penuh makna.
Menanamkan Akhlak Sejak Dini
Melalui kegiatan ini, SDIT Insan Permata Bojonegoro ingin menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang kognitif dan pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan akhlak mulia.
Anak-anak diajak memahami makna bersyukur atas nikmat yang mereka miliki, sekaligus belajar merasakan kehidupan orang lain yang mungkin tidak seberuntung mereka. Dari kegiatan sederhana ini, tumbuh kesadaran bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya, cukup dengan keikhlasan hati.
Dengan wajah sumringah, para siswi menutup kegiatan BPI hari itu dengan doa dan rasa syukur. Mereka pulang membawa pengalaman yang bukan hanya memperkaya ilmu, tapi juga memperhalus hati.
