MAGETAN – Pagi yang sejuk menyelimuti halaman Baitul Quran Al Jahra saat ratusan santri dan dewan guru berdiri rapi mengikuti Upacara Hari Guru Nasional 2025, Selasa (25/11). Suasana terasa berbeda. Tidak hanya khidmat, tetapi juga hangat—seakan seluruh peserta ingin memberikan penghormatan terbaik bagi mereka yang selama ini menyalakan cahaya pendidikan.
Upacara dipimpin oleh H. Ir. Udi Djatmiko yang membacakan amanat Menteri Agama RI. Keistimewaan lainnya adalah seluruh petugas upacara merupakan guru Baitul Quran Al Jahra, mulai dari pemimpin upacara hingga pengibar bendera.
Daftar petugas meliputi:
Pemimpin Upacara: Ust M. Afif Syaifulloh, S.Kom
Pengibar Bendera: Ust Ivan Saifuddin, S.Pd; Ust Bangkit Putra Girianto, S.E; Ust Wahyu Romadhon, S.H
Pembaca UUD: Ust Supriyadi, S.Kom
Ajudan: Ust Lukman Hari, S.Pd
Dirigen: Ustadzah Endang Tuminiati, S.Pd.I
Protokol: Ust Suryati, S.Pd
Doa: Ust Hasan Iqbal Tantowi
Kompi Putra: Ust Akhmad Rudi Lukman Khakim, S.Pd; Ust Frenky Pradana, S.Pd; Ust Jundi Abdurrahman, S.Pd; Ust M. Syaiful Islam, S.Pd
Kompi Putri: Usth Fadhilah; Usth Tri Winarsih, S.Pd.I., M.Pd; Usth Fika Erviana, S.Pd; Usth Reni Susanti, S.Pd
Pesan Menteri: Guru Semakin Profesional, Merata, dan Berdaya Saing
Dalam amanatnya, Pembina Upacara menyampaikan penegasan pemerintah bahwa peningkatan mutu guru menjadi prioritas nasional. Mulai dari sertifikasi, Tunjangan Profesi Guru (TPG), hingga peningkatan kompetensi melalui PPG.
Kementerian Agama mencatat lonjakan signifikan peserta PPG: dari 41 ribu guru pada 2023–2024 menjadi lebih dari 301 ribu guru pada 2025—naik hingga 620 persen. Peningkatan ini dipandang sebagai bukti keseriusan negara dalam memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi guru madrasah maupun guru agama untuk berkembang.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 588 ribu guru telah mendapatkan tunjangan profesi, serta 52 ribu guru honorer diangkat menjadi PPPK dalam tiga tahun terakhir. Kebijakan ini memberikan harapan baru sekaligus apresiasi nyata bagi perjuangan pendidik di seluruh Indonesia.
Guru sebagai Teladan Karakter Generasi
Lebih dari sekadar peningkatan kesejahteraan, amanat juga menekankan pentingnya karakter guru. Mengutip pesan Prof. Dr. Hajjah Zakiah Daradjat, “Kepribadian seorang guru menentukan apakah ia menjadi pembina masa depan anak didiknya atau sebaliknya.”
Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi penuntun arah hidup. Mereka membangun akhlak, memperkuat karakter, dan menjadi teladan dalam setiap langkah.
Amanat ditutup dengan ajakan untuk terus mengajar dengan cinta, ketulusan, dan kesabaran—karena dari tangan guru lahir generasi yang mencintai Tuhan, bangsa, dan sesama.
Upacara diakhiri dengan doa yang dipimpin Ust Hasan Iqbal Tantowi, menambah kekhidmatan peringatan Hari Guru Nasional di Al Jahra.
Selamat Hari Guru Nasional 2025.
Guru adalah pelita yang tak pernah padam, meski zaman terus berubah.
