Makassar, Sekolah Islam Terpadu— Perhelatan akbar Musyawarah Nasional (Munas) VI JSIT Indonesia yang digelar pada 24–27 Juli 2025 di Kota Makassar menjadi tonggak sejarah penting dalam arah baru pendidikan Islam terpadu di Indonesia. Lebih dari 1.200 peserta dari seluruh pelosok Tanah Air hadir, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga pengurus wilayah JSIT untuk menyatukan visi besar membangun masa depan pendidikan Islam yang inovatif dan kolaboratif.
Dengan mengusung tema “Inovasi dan Kolaborasi Membangun Ekosistem Pendidikan Islam yang Modern”, Munas VI ini tidak sekadar menjadi forum pengambilan keputusan, tetapi juga menjadi ajang berbagi gagasan, seminar internasional, dan pameran pendidikan yang mempertemukan para pegiat pendidikan Islam dari berbagai latar.
Ahmad Fikri, M.Pd., NLP Resmi Menakhodai JSIT Indonesia 2025–2029
Puncak dari rangkaian Munas VI adalah terpilihnya Ahmad Fikri, M.Pd., NLP sebagai Ketua Umum JSIT Indonesia periode 2025–2029. Pemilihan yang berlangsung dalam suasana penuh ukhuwah dan musyawarah ini disambut hangat oleh seluruh peserta Munas. Ucapan selamat dan harapan besar mengalir untuk sosok yang dikenal sebagai pemimpin yang tenang, pekerja keras, dan berpandangan jauh ke depan.
Kepemimpinan Ahmad Fikri diharapkan mampu membawa JSIT Indonesia melangkah lebih dinamis dalam menjawab tantangan global, sekaligus memperkuat identitas pendidikan Islam terpadu sebagai model pendidikan yang modern, berkarakter, dan berakar pada nilai-nilai tauhid.
Profil Ahmad Fikri: Pemimpin dengan Rekam Jejak Solid dan Visi Transformasional
Ahmad Fikri bukanlah nama baru dalam tubuh JSIT Indonesia. Ia telah mengabdi dalam struktur organisasi selama lebih dari satu dekade dengan reputasi yang sangat dihormati.
- Pada periode 2013–2021, ia dipercaya sebagai Kepala Departemen Pramuka SIT JSIT Indonesia, di mana ia mendorong transformasi pembinaan karakter siswa melalui gerakan Pramuka berbasis nilai-nilai Islam. Program pelatihan dan kegiatan nasional seperti Raimuna SIT berhasil ia gagas dan kembangkan secara masif di seluruh Indonesia.
- Selanjutnya, ia mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal JSIT Indonesia periode 2021–2025, mendampingi Ketua Umum saat itu, Fahmi Zulkarnaen. Di posisi ini, Fikri memainkan peran vital dalam penguatan tata kelola organisasi, konsolidasi wilayah, dan inovasi program pengembangan kapasitas sekolah serta tenaga pendidik.
Ketenangan dalam mengambil keputusan, kemampuan menjembatani kepentingan daerah, serta konsistensinya dalam menyuarakan pentingnya kualitas dan kolaborasi menjadikan dirinya sosok yang sangat tepat untuk memimpin JSIT Indonesia ke jenjang yang lebih tinggi.
Struktur Kepemimpinan Baru: Kolaborasi Kuat dari Para Tokoh Pendidikan
Selain Ahmad Fikri sebagai Ketua Umum, Munas VI JSIT Indonesia juga menetapkan sejumlah nama penting untuk mengisi struktur strategis organisasi:
- Dr. H. Mohammad Zahri, M.Pd. sebagai Ketua Dewan Pakar
- Drs. H. Ahmad Agus Sofwan, M.Pd.I sebagai Ketua Dewan Pengawas
- Prof. Sukro Muhab, M.Si. sebagai Ketua Majelis Tinggi
Kehadiran para tokoh ini dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman panjang menjadi pilar penguatan organisasi dalam membangun sistem pendidikan Islam terpadu yang unggul, moderat, dan kontekstual.
Harapan dan Arah Baru JSIT Indonesia di Era Ahmad Fikri
Dengan kepemimpinan baru yang mengedepankan inovasi, sinergi, dan keberlanjutan, JSIT Indonesia di bawah Ahmad Fikri diharapkan mampu menciptakan lompatan strategis: dari penguatan mutu sekolah, peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah, digitalisasi manajemen pendidikan, hingga internasionalisasi program SIT.
Ahmad Fikri juga diyakini akan memperkuat posisi JSIT Indonesia sebagai ekosistem pendidikan yang menjadi rujukan nasional, sekaligus mitra strategis pemerintah dan lembaga dunia dalam membangun generasi muda Muslim yang tangguh, kreatif, dan berakhlak mulia.
