Penulis: Wahju Ari Febrijanti, S.Pd.
SURABAYA – TKIT Permata menggelar kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) bertajuk “Mengoptimalkan Aspek Perkembangan Anak untuk Kesiapan Masuk Sekolah Dasar” pada Sabtu pagi (23/8).

Acara ini diikuti oleh para wali murid TK B dengan tujuan menambah pengetahuan orang tua agar dapat bersinergi dengan sekolah dalam menstimulasi anak di rumah, sebagai bekal kesiapan menuju jenjang sekolah dasar.
Kegiatan diawali dengan perkenalan pemateri, Ibu Novian Sulandhari, M.Psi., Psikolog. Para wali murid mengikuti materi dengan penuh antusias dan khidmat. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa untuk mempersiapkan anak masuk SD, ada beberapa aspek perkembangan yang harus distimulasi, yaitu:
- Kognitif: Anak usia dini berada pada tahap pra-operasional konkret (usia 2–7 tahun) menurut teori Piaget, di mana mereka mulai menggambarkan dunianya dengan kata dan gambar.
- Bahasa: Pada usia 4–6 tahun, anak diharapkan sudah mampu menggunakan kalimat kompleks. Orang tua dapat melatihnya melalui kegiatan bercerita, mendongeng, bernyanyi, atau bermain peran.
- Motorik Halus dan Kasar:
- Motorik halus dapat dilatih melalui aktivitas seperti bermain plastisin, menyusun balok, meronce, atau menggambar.
- Motorik kasar berkembang melalui kegiatan berjalan mengikuti garis, melompat dengan satu kaki, hingga berlari seperti orang dewasa pada usia 5–6 tahun.
- Sosial-emosional: Anak prasekolah mulai belajar bergaul dengan teman sebaya, dari sekadar bermain sendiri hingga pada tahap permainan kooperatif.
Ibu Novian juga menekankan pentingnya sinergi orang tua dalam mendampingi anak. “Ayah dan bunda perlu menyediakan waktu sekitar 30 menit setiap hari untuk mendampingi anak belajar tanpa gangguan gawai, sehingga stimulasi berjalan optimal,” jelasnya.
Salah satu wali murid, Bunda Maliha dari TK B, menyampaikan kesan positifnya. “Alhamdulillah acara berjalan lancar. Materi yang disampaikan Bu Novian sangat bermanfaat, sehingga kami lebih memahami cara yang tepat dalam mempersiapkan anak masuk SD. Terima kasih TKIT Permata atas kegiatan yang berharga ini,” ujarnya.
Menjelang akhir acara, para orang tua diajak langsung mempraktikkan beberapa stimulasi perkembangan, mulai dari berjalan di atas garis lurus untuk melatih motorik kasar, membaca cerita dan bernyanyi untuk pengembangan bahasa, hingga menggambar sesuai imajinasi sebagai latihan motorik halus.
Kegiatan AMT kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara guru, orang tua, dan pemateri.
