Surabaya — Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Timur melakukan silaturahim Hari Raya sekaligus audiensi dengan jajaran pimpinan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Senin (30/3). Pertemuan berlangsung pukul 16.00–17.20 WIB dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Rombongan JSIT Jatim dipimpin Ketua Moch Edris Effendi, didampingi Sekretaris Alief, Bendahara Kholifah, serta pengurus lainnya, Novita (Kabid 1) dan Anang (Kabid 3). Mereka diterima langsung Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aris Agung Paewai, bersama Kabid SMA/SMK Mustakim, Kabid GTK Eti, serta jajaran staf.
Ketua JSIT Jatim Moch Edris Effendi menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan memperkuat silaturahim sekaligus membangun sinergi antara JSIT dan Dinas Pendidikan dalam pengembangan pendidikan di Jawa Timur.

“Silaturahim ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, sekaligus membahas berbagai isu strategis pendidikan di Jawa Timur,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah topik penting dibahas. Salah satunya terkait kebijakan moratorium pendirian SMA di Jawa Timur. Edris menyebut, adanya kebijakan terbaru dari Pemerintah Provinsi membuka peluang lebih besar bagi sekolah yang memenuhi kriteria untuk memperoleh izin pendirian.
Selain itu, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama dalam meningkatkan prestasi siswa melalui berbagai ajang yang diselenggarakan pemerintah, seperti OSN, O2SN, OPSI, dan FLS2N. JSIT Jatim menyambut positif peluang tersebut dan menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti program sinergi.
Topik lain yang mengemuka adalah perubahan kebijakan akses dana hibah bagi sekolah swasta. Jika sebelumnya bantuan berupa Jasmas, kini penyalurannya diarahkan agar terintegrasi dengan program dinas terkait, termasuk Dinas Pendidikan, meski tetap melalui anggota DPRD.
Pertemuan juga diisi dengan diskusi ringan terkait perkembangan dan capaian sekolah-sekolah anggota JSIT di Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur memberikan apresiasi atas kontribusi dan prestasi yang telah diraih.
Ia menilai capaian tersebut turut mendukung posisi Jawa Timur sebagai salah satu barometer prestasi pendidikan di tingkat nasional.
Audiensi ini diharapkan adanya sinergi antara JSIT dan Dinas Pendidikan Jawa Timur semakin kuat, sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan di wilayah tersebut.
