PONOROGO – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Daerah Ponorogo menunjukkan langkah taktis dalam mengawali masa bakti baru. Pengurus Daerah (PD) Ponorogo sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) untuk periode 2026–2030 yang bertempat di Aula SMPIT Qurrota A’yun Ponorogo pada hari ini, Kamis (2/4).
Agenda yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB ini menjadi momentum krusial bagi keberlangsungan organisasi dalam empat tahun ke depan. Rangkaian acara dibuka dengan prosesi pelantikan pengurus yang berlangsung khidmat. Para pengurus yang baru dilantik menyatakan komitmennya untuk mengawal mutu pendidikan di Sekolah Islam terpadu di bawah naungan JSIT Indonesia di Ponorogo.
Usai pelantikan, kegiatan langsung berlanjut ke inti acara, yakni Musyawarah Kerja Daerah. Dalam sesi ini, setiap bidang di struktur kepengurusan merumuskan strategi dan target-target prioritas. Atmosfer diskusi terlihat dinamis saat para pengurus berupaya menyinkronkan visi misi pusat dan wilayah dengan kebutuhan lokal di sekolah-sekolah anggota JSIT di Ponorogo.

Memasuki siang hari, acara diteruskan dengan sesi Presentasi Program. Setiap bidang memaparkan rancangan program unggulan yang telah disepakati untuk mendapat masukan serta persetujuan bersama. Fokus utama dalam presentasi tersebut mencakup peningkatan kualitas SDM guru, penguatan karakter siswa, hingga penguatan kolaborasi antar-lembaga pendidikan serta stockholder pendukung lainnya.
Kegiatan Mukerda ini berakhir tepat waktu pada pukul 14.00 WIB sesuai rundown yang telah disusun dengan menghasilkan poin-poin strategis yang siap diimplementasikan. Melalui langkah “gerak cepat” ini, JSIT Indonesia Daerah Ponorogo optimis dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan di Kabupaten Ponorogo selama periode 2026–2030.
“Mukerda ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan fondasi bagi kita untuk berlari kencang memajukan Pendidikan yang Bermutu dan Berkualitas di Ponorogo,” ujar Ustadz Widodo selaku Ketua JSIT Daerah Ponorogo.
