SURABAYA – Festival Ramadan di SDIT Permata Surabaya ditutup dengan berbagai perlombaan Islami pada Senin (9/3). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut menghadirkan lomba nasyid, dai, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), dan kaligrafi.
Seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Acara pembukaan dilaksanakan di lapangan sekolah yang dipandu oleh Ustaz Zaky selaku panitia Ramadan Study Camp (RSC).

Kegiatan diawali dengan pembukaan, doa bersama, murojaah Juz 30, penampilan hadrah, serta sambutan kepala sekolah. Setelah itu, rangkaian lomba langsung dimulai di beberapa lokasi yang telah disiapkan panitia.
Lomba dai dilaksanakan di kelas 1B dengan dua perwakilan dari setiap kelas. Sementara itu, lomba MHQ digelar di kelas 2A dan diikuti oleh perwakilan siswa dari seluruh kelas. Adapun lomba nasyid dilaksanakan di musholla sekolah.
Pelaksanaan lomba berlangsung mulai pukul 08.15 hingga 10.45. Kegiatan ini bertujuan melatih keberanian siswa berbicara di depan umum serta menumbuhkan semangat berlomba dalam kebaikan, khususnya di bulan Ramadan.

Ketua panitia RSC, Ustazah Alfin, menyampaikan bahwa para peserta mengikuti lomba dengan penuh antusias.
“Anak-anak sangat semangat mengikuti lomba. Mereka berlomba-lomba memberikan penampilan terbaik,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum yang berharga untuk memotivasi siswa lain agar terus berprestasi dan berani menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
Suasana lomba nasyid menjadi salah satu yang paling meriah. Para siswa tampak antusias menyaksikan penampilan setiap kelompok. Ahmad, siswa kelas 1 yang menonton lomba tersebut, terlihat sangat gembira saat kakak-kakak kelas 6 menampilkan rebana. Ia bahkan maju ke barisan depan sambil mengikuti gerakan para pemain.
Gemuruh tepuk tangan terdengar setiap kali sebuah penampilan selesai. Bahkan setelah lomba berakhir, beberapa siswa masih meminta lagu tambahan.
Salah satu peserta lomba nasyid dari kelas 6, Hisyam Rasyid, mengaku senang sekaligus gugup saat tampil di depan teman-temannya.
“Aku senang, tapi juga deg-degan. Nanti aku jadi vokal rebana,” ujarnya.
Kegiatan penutupan Festival Ramadan ini berlangsung meriah dan penuh semangat. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap siswa semakin termotivasi untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni Islami sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka.
Penulis: Ibtihal, S.Pd.
