Beranda / Berita Terkini / 54 Siswa SDIT Permata Surabaya Belajar Kepemimpinan Lewat Outbound Camp di Trawas

54 Siswa SDIT Permata Surabaya Belajar Kepemimpinan Lewat Outbound Camp di Trawas

SURABAYA – Sebanyak 54 siswa kelas 3 SDIT Permata Surabaya mengikuti Outbound Camp selama dua hari satu malam di Alas Venuz, Trawas, Mojokerto, 22–23 September 2026. Tak sekadar bermain di alam terbuka, kegiatan tersebut menjadi sarana siswa belajar mandiri, bekerja sama, dan berani mengambil tanggung jawab.

Mengusung tema “Leader in Me”, para siswa dibagi menjadi delapan regu. Sejak awal kegiatan, mereka diajak memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya berarti memimpin orang lain, tetapi juga mampu memimpin diri sendiri.

Kegiatan diawali dengan apel pembukaan, penyampaian SOP, serta kesepakatan bersama mengenai tata tertib, keamanan, kedisiplinan, dan tanggung jawab selama mengikuti camp.

Setelah itu, siswa mengikuti sejumlah fun games. Pada Pos 1, setiap regu menghadapi permainan Botol Bergoyang dan Puzzle Qurani yang melatih komunikasi, kemampuan berpikir, dan kerja sama. Tantangan berlanjut pada Pos 2 melalui permainan Jembatan Titian yang menguji keberanian, konsentrasi, serta kemampuan saling membantu.

Rangkaian outbound kemudian dilanjutkan bersama trainer Alas Venuz. Para siswa terlihat antusias mengikuti berbagai permainan dan tantangan. Mereka saling menyemangati dan membantu anggota regu agar dapat menyelesaikan setiap tantangan bersama.

Suasana kaki Gunung Penanggungan turut menjadi bagian dari pengalaman belajar tersebut. Setelah menyelesaikan aktivitas sore, siswa bersiap membersihkan diri dan beristirahat sebelum melanjutkan kegiatan berikutnya.

Menjelang petang, kegiatan beralih pada pembiasaan ibadah. Para siswa mengikuti dzikir petang Al-Ma’tsurat, kemudian melaksanakan salat Magrib dan Isya secara berjamaah.

Salah satu momen yang menarik terjadi ketika Sufi, siswa kelas 3B, mengumandangkan azan. Bagi sejumlah peserta, kegiatan dzikir petang dan ibadah bersama di alam terbuka menjadi pengalaman baru.

Pembelajaran tetap berjalan setelah ibadah. Siswa mengikuti KBM Tahfiz secara berkelompok bersama ustaz dan ustazah. Jika biasanya berlangsung di ruang kelas, kali ini proses menghafal Al-Qur’an dilakukan di tengah suasana alam terbuka.

Malam harinya, siswa mengikuti acara inagurasi. Setiap regu mendapat kesempatan tampil dengan berbagai kreasi. Lagu-lagu nasyid seperti “Assalamualaika”, “Qolbi Fil Madina”, “Kun Anta”, dan “Rahmatullilalamin” turut dinyanyikan bersama.

Sejumlah regu juga membawakan lagu nasional, antara lain “Dari Sabang sampai Merauke”, “Hari Merdeka”, “Halo-Halo Bandung”, dan “Garuda Pancasila”.

Bagi sebagian siswa, malam tersebut menjadi pengalaman pertama menginap bersama teman-teman sekolah. Setelah rangkaian penampilan selesai, mereka kembali ke kemah untuk beristirahat.

Namun, waktu istirahat tidak berlangsung hingga pagi. Sekitar pukul 03.00 WIB, siswa dibangunkan untuk melaksanakan qiyamul lail. Udara malam yang dingin dan rasa kantuk menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, para siswa tetap berusaha mengikuti kegiatan.

Usai qiyamul lail, kegiatan dilanjutkan dengan KBM tilawah secara berkelompok. Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an mengiringi suasana fajar di alam terbuka.

Pagi harinya, siswa mendapatkan bekal roti dan susu sebelum mengikuti senam bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan jelajah air. Bermain air, berfoto bersama, dan menikmati suasana pegunungan menjadi bagian dari aktivitas pagi.

Setelah seluruh kegiatan selesai, siswa kembali membersihkan diri dan melakukan packing perlengkapan pribadi serta regu. Mereka belajar memastikan barang-barang tersusun dengan baik dan tidak ada perlengkapan yang tertinggal.

Outbound Camp kemudian ditutup melalui upacara yang dipimpin Kepala SDIT Permata Surabaya Ammilud Dinul Qoyyimah, S.Pd.Gr. Kegiatan penutupan juga diisi pemberian penghargaan kepada regu-regu yang dinilai menunjukkan semangat, kerja sama, keberanian, kedisiplinan, dan partisipasi selama kegiatan.

Selama dua hari satu malam, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik. Mereka berlatih menghadapi tantangan, bekerja sama, menjaga diri dan kelompok, serta menjalankan tanggung jawab.

Pembiasaan ibadah juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, mulai salat berjamaah, dzikir petang, tahfiz, qiyamul lail, hingga tilawah di alam terbuka.

Melalui tema “Leader in Me”, siswa diajak memahami bahwa kepemimpinan dapat dimulai dari kemampuan sederhana untuk memimpin diri sendiri, berani mencoba, bertanggung jawab, dan memilih melakukan kebaikan.

Dari Alas Venuz, para siswa pun membawa pulang lebih dari sekadar perlengkapan kemah. Pengalaman dua hari satu malam tersebut menjadi ruang untuk membangun keberanian, kemandirian, persahabatan, dan kebiasaan bekerja sama bersama teman serta guru.

“Leader in Me… I Can Do It!”

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *