MOJOKERTO – Alam terbuka menjadi ruang belajar bagi siswa kelas 4–5 dalam kegiatan Leader in Me: Outbound Camp di Klurak Camp Area, 22–24 September 2026. Selama tiga hari, peserta didik tidak hanya mengikuti berbagai permainan, tetapi juga belajar tentang kemandirian, tanggung jawab, kedisiplinan, keberanian, kerja sama, dan kepemimpinan.
Mengusung tema “Leader in Me”, kegiatan tersebut dirancang untuk mengajarkan bahwa menjadi pemimpin tidak selalu berarti memimpin orang lain. Kepemimpinan dapat dimulai dari kemampuan mengatur diri sendiri, mengambil keputusan, menyelesaikan tanggung jawab, serta berani menghadapi tantangan.
Kegiatan dimulai dengan apel pagi di sekolah yang dipimpin Wakil Kepala Kesiswaan Handika. Setelah mendapatkan pengarahan mengenai aturan dan keamanan selama kegiatan, peserta berangkat menuju Klurak Camp Area pada pukul 07.00 WIB.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, peserta mengikuti apel pembukaan dengan mengenakan atribut Pramuka lengkap. Mereka kembali diingatkan untuk menjaga kedisiplinan, keamanan, kebersihan, dan kekompakan selama mengikuti kegiatan.
Suasana kemudian berubah meriah ketika setiap kelompok menampilkan yel-yel. Kreativitas dan kekompakan terlihat dari penampilan masing-masing kelompok.
Salah satu aktivitas yang menjadi latihan kemandirian adalah memasak makan siang. Setiap kelompok sebelumnya telah menentukan menu dan menyiapkan bahan. Mereka kemudian berbagi tugas, mulai dari menyiapkan bahan hingga menyajikan makanan.
Aktivitas dilanjutkan dengan pionering. Kegiatan tersebut melatih keterampilan, ketelitian, kerja sama, serta kemampuan menyelesaikan tugas secara bersama-sama.
Di tengah kegiatan alam terbuka, pembiasaan ibadah tetap menjadi bagian penting. Peserta mengikuti salat berjamaah, tilawah, pembacaan Al-Ma’tsurat, serta pembelajaran tahfiz. Suasana alam yang sejuk dan tenang memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pembelajaran Al-Qur’an di sekolah.
Malam pertama ditutup dengan Motivation Session dan refleksi. Peserta diajak melihat kembali aktivitas yang telah dilakukan sekaligus mengenali potensi dan tanggung jawab sebagai pemimpin bagi diri sendiri.
Memasuki hari kedua, peserta bangun sekitar pukul 03.00 WIB untuk melaksanakan salat Tahajud dan Witir. Kegiatan dilanjutkan dengan tadabbur dan pembacaan Al-Ma’tsurat.
Pembelajaran tahfiz pada pagi hari berlangsung di alam terbuka. Sembari menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an, peserta dapat menyaksikan suasana matahari terbit. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman langsung menikmati alam.
Setelah senam dan sarapan, peserta mengikuti jelajah alam. Dipimpin Izul, mereka berjalan sesuai kelompok melalui rute yang telah ditentukan, termasuk menyusuri sungai.
Susur sungai menjadi tantangan tersendiri bagi peserta. Beberapa siswa sempat terpeleset karena bebatuan yang licin. Namun, kondisi tersebut tidak membuat mereka berhenti. Dengan saling membantu dan menyemangati, peserta melanjutkan perjalanan hingga kegiatan selesai sekitar pukul 10.00 WIB.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan estafet tepung. Selain menghadirkan keceriaan, permainan tersebut melatih komunikasi, strategi, kekompakan, dan kerja sama antarpeserta.
Sore harinya, peserta mengikuti Peraturan Baris-Berbaris (PBB) selama dua jam. Kegiatan yang dipimpin Kukuh tersebut menjadi sarana melatih ketertiban, kedisiplinan, kekompakan, dan kepatuhan terhadap instruksi.
Malam kedua menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan, yakni malam inagurasi. Setiap kelompok menampilkan berbagai kreasi yang telah dipersiapkan. Kreativitas, keberanian, dan kekompakan peserta terlihat dalam berbagai penampilan tersebut.
Hari ketiga menjadi waktu untuk melakukan refleksi. Peserta bangun sekitar pukul 03.30 WIB untuk melaksanakan Qiyamul Lail, dilanjutkan salat Subuh dan pembacaan Al-Ma’tsurat.
Dalam sesi refleksi, peserta diajak mengingat kembali berbagai pengalaman selama dua hari sebelumnya, mulai dari memasak, pionering, tahfiz, jelajah alam, permainan, PBB, hingga inagurasi.
Dari berbagai aktivitas tersebut, peserta diajak menemukan makna kepemimpinan. Menjadi pemimpin tidak hanya tentang kemampuan mengarahkan orang lain, tetapi juga tentang disiplin terhadap waktu, bertanggung jawab terhadap tugas, berani menghadapi tantangan, mampu bekerja sama, dan peduli terhadap teman.
Setelah bersih diri dan mempersiapkan perlengkapan, kegiatan ditutup dengan apel penutupan. Sekitar pukul 10.00 WIB, seluruh peserta meninggalkan Klurak Camp Area untuk kembali menuju sekolah.
Selama tiga hari, alam menjadi ruang kelas bagi peserta didik untuk belajar melalui pengalaman langsung. Tantangan dalam memasak, pionering, menyusuri sungai, permainan, hingga PBB menjadi media untuk melatih karakter sekaligus membangun kebiasaan positif.
Melalui kegiatan Leader in Me, peserta didik diajak memahami bahwa setiap anak memiliki potensi menjadi pemimpin. Namun, kepemimpinan tersebut dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri untuk memilih kebaikan, bertanggung jawab atas pilihan, dan terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
“Leader in Me, karena pemimpin hebat selalu dimulai dari kemampuan memimpin dirinya sendiri.”







