Magetan — Sebanyak 254 guru menghadiri kegiatan halal bihalal keluarga besar JSIT Indonesia Daerah Magetan yang digelar pada Rabu (8/4/2026) di Aula SDIT Al Uswah Magetan.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan menjadi momen istimewa karena menghadirkan narasumber Erfan Nuryadi, Direktur Amazing Training sekaligus Konselor Ruang Curhat.
Ketua JSIT Indonesia Daerah Magetan, Ustadzah Sulis Nuryani, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia serta seluruh guru Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang telah berkontribusi dalam dunia pendidikan.
Ia menegaskan bahwa perjuangan di bidang pendidikan tidak dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
“Melalui JSIT, mari kita bersama-sama berjuang untuk memajukan pendidikan di Magetan. Tanpa dukungan dan kerja sama para guru, JSIT tidak akan berkembang,” ujarnya.
Ia juga mengajak para guru untuk memanfaatkan berbagai program JSIT, salah satunya program SEMAI, sebagai upaya mendekatkan layanan organisasi kepada guru-guru SIT.
Kegiatan halal bihalal tahun ini mengusung tema “Kembali Fitrah, Menjadi Guru Teladan Penuh Barokah” yang disampaikan secara inspiratif oleh Erfan Nuryadi.
Dalam pemaparannya, ia mengibaratkan fitrah seperti ponsel yang kembali ke pengaturan awal pabrik. Menurutnya, seorang guru perlu memiliki dua hal utama, yakni keberkahan dan profesionalisme.
Ia menjelaskan bahwa salah satu cara mendapatkan keberkahan adalah dengan mendekatkan diri pada MSQ, yakni masjid, salat, dan Al-Qur’an. Selain itu, guru juga diingatkan untuk menjauhi NPD, yaitu menunda pekerjaan, perbuatan maksiat, serta durhaka kepada orang tua.
“Guru adalah teladan bagi siswa. Adab dan sikap guru akan menjadi contoh yang ditiru oleh muridnya,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keikhlasan dan keridaan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Menurutnya, guru yang bekerja dengan ikhlas dan profesional akan mendapatkan kemudahan serta keberkahan dalam hidup.
Kegiatan ditutup dengan saling berjabat tangan antara guru dan kepala sekolah sebagai bentuk saling memaafkan dalam suasana kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru semakin termotivasi untuk menjadi pendidik yang tidak hanya profesional, tetapi juga penuh keberkahan dalam menjalankan tugasnya.
Penulis: Amin Riyanto, S.Pd
Humas JSIT Indonesia Daerah Magetan
