Surabaya – SDIT dan PPQ SMPIT Permata Surabaya sukses menggelar acara akbar tahunan Khatmul Qur’an dan Imtihan 2025 dengan menggunakan Metode Ummi, Sabtu (3/5), bertempat di Gerha Wahid Hasyim, Benowo, Kota Surabaya.
Sebanyak 120 siswa turut ambil bagian dalam kegiatan khidmat tersebut, terdiri dari 72 siswa Tartil SDIT, 33 siswa Turjuman SDIT, dan 16 siswa Tartil PPQ SMPIT. Acara ini juga dihadiri oleh delapan tamu undangan, termasuk Ustadz Imam Busyairi, S.Pd.I dan Ustadz Muhammad Iqbal, Lc dari Ummi Foundation sebagai penguji utama dalam prosesi Imtihan.
Menurut Ustadzah Amilud Dinul Qoyyimah, S.Pd, Kepala SDIT Permata Surabaya, kegiatan ini menjadi momentum syukur sekaligus laporan terbuka kepada wali murid atas capaian pembelajaran Al-Qur’an siswa-siswi melalui metode Ummi. Ia juga menambahkan bahwa tahun ini mengalami peningkatan jumlah peserta dari tahun sebelumnya.
“Tahun ini peserta Khatmul Qur’an dan Imtihan meningkat signifikan. Total 104 siswa dari SDIT dan 16 siswa dari SMPIT mengikuti munaqosyah dengan presentase kelulusan yang membanggakan,” ujarnya dalam sambutan laporan.
Acara dibuka dengan kirab peserta dan dilanjutkan prosesi Khatmul Qur’an secara bil ghaib, yang dimulai dari surat At-Takasur hingga An-Nas, serta pembacaan Al-Baqarah ayat 1-5, ditutup doa khatmul Qur’an yang dipimpin oleh siswa kelas 4B, Dzulfikri.
Prosesi Imtihan menjadi inti kegiatan, berupa tanya jawab publik mengenai hafalan, tajwid, dan pemahaman surat-surat dalam Al-Qur’an. Sesi ini dipandu langsung oleh tim penguji dari Ummi Foundation, dan peserta dipilih secara acak maupun sukarela untuk menjawab pertanyaan.
Yang membanggakan, seluruh peserta yang tampil dalam imtihan publik mampu menjawab dengan predikat Mumtaz, atau sempurna.
Usai sesi ujian, suasana berubah menjadi haru dalam momen Salam Ta’dzim, ketika seluruh peserta mendatangi orang tua masing-masing untuk meminta doa dan restu. Tangis haru mewarnai Gerha Wahid Hasyim saat anak-anak bersimpuh di pangkuan orang tua.
Acara berlanjut dengan sambutan dari wali murid Ananda Rafauzan (kelas 3A), Bunda Zikra Amalia, serta dari Ketua YPIP Surabaya, Ustazah Lutfiatul Ma’rifah, yang menyampaikan apresiasi atas semangat siswa-siswi dan kerja keras para guru. Dalam sambutan terakhir, Ustadz Imam Busyairi, S.Pd.I memuji konsistensi SDIT Permata dalam membina santri Qurani.
“SDIT Permata layak menjadi sekolah model metode Ummi pertama di wilayah Surabaya Barat,” tegasnya.
Sebagai penutup, diumumkan para peserta terbaik dari berbagai kategori, mulai dari Munaqasyah Semester 1 & 2, Turjuman, hingga peserta paling semangat. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah.
SIDOARJO – Menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-6, JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur terus memanaskan mesin kolaborasi. Salah satu langkah strategisnya...