SURABAYA – JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur menggelar Webinar Strategi Sukses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Sabtu (21/2). Kegiatan ini diikuti 123 peserta dari Sekolah Islam Terpadu (SIT) se-Jawa Timur.
Webinar tersebut digelar sebagai upaya pendampingan bagi sekolah-sekolah dalam menghadapi tantangan SPMB, mulai dari pemenuhan kuota siswa, penguatan manajemen tim penerimaan, hingga optimalisasi media promosi.
Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur, Edris Effendi, S.T., M.PSDM., menjadi narasumber pertama. Ia menekankan pentingnya perencanaan matang dan strategi berbasis data dalam proses penerimaan siswa baru.
“SPMB tidak bisa dikelola secara spontan. Harus ada perencanaan, penguatan tim, serta langkah strategis berbasis data agar target kuota tercapai secara optimal,” ujarnya.
Menurutnya, sekolah perlu membaca tren, memetakan potensi pasar, serta menyiapkan strategi komunikasi yang terukur agar mampu bersaing secara sehat.
Materi kedua disampaikan Mizan, S.Sos., S.Pd., tim penjamin standar mutu JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur. Ia membahas pentingnya marketing dan branding sekolah sebagai bagian integral dari SPMB.
Ia menekankan bahwa komunikasi publik yang efektif dan pemanfaatan media secara tepat sasaran menjadi kunci keberhasilan promosi sekolah.
Salah satu peserta, Kepala SDIT Alam Al Uswah, Suci, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari webinar tersebut. Meski kuota sekolahnya telah terpenuhi untuk tahun ajaran mendatang, ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan untuk pengembangan strategi berikutnya.
“Materinya membuka perspektif baru untuk langkah penguatan ke depan,” ujarnya.
Testimoni tersebut menunjukkan bahwa webinar tidak hanya bermanfaat bagi sekolah yang masih berjuang memenuhi kuota, tetapi juga bagi sekolah yang telah mencapai target sebagai bekal keberlanjutan.
JSIT Jawa Timur mengharapka kolaborasi dan inovasi Sekolah Islam Terpadu semakin kuat, sehingga mampu menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, diminati masyarakat, dan berkelanjutan dari tahun ke tahun.
