MAGETAN — Membaca buku tak harus berhenti pada memahami isi cerita. Siswa SMPIT Al Uswah Magetan membuktikannya melalui pertunjukan teater mini, pembacaan puisi, hingga musikalisasi dalam Festival Bulan Bahasa dan Camp Literasi 2026 di Graha Literasi Kabupaten Magetan, Selasa–Rabu (13–14/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti ratusan siswa. Mereka diajak mengeksplorasi dunia literasi melalui diskusi buku, penulisan kreatif, dan pertunjukan yang mengadaptasi karya sastra.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi penulisan kreatif dari Rot, penulis novel “The DDC Game: A Sci-fi Novel” yang juga bertugas di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan. Siswa diajak memahami cara mengembangkan ide menjadi karya tulis yang menarik.
Sesi literasi berlanjut pada sore hingga malam hari bersama Sindu. Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah pertunjukan alih wahana. Setiap kelompok mengadaptasi buku yang telah dibaca dan dibahas menjadi bentuk pertunjukan.
Sejumlah buku yang diangkat antara lain “Sabtu Bersama Bapak”, “Semangkuk Mie Ayam Sebelum Mati”, “Dompet Bapak Sepatu Ibu”, dan “Kado Terindah”. Melalui kegiatan ini, siswa belajar memahami cerita sekaligus mengolahnya menjadi karya kreatif yang dapat dinikmati penonton.
Memasuki hari kedua, Rabu (14/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan bedah buku karya J.S. Khairen berjudul “Dompet Bapak dan Sepatu Ibu”. Diskusi dipandu Rot dan Angga, Ketua Forum Lingkar Pena Kabupaten Magetan.
Peserta diajak mengulas pesan moral, karakter tokoh, serta penggunaan bahasa dalam karya tersebut. Acara kemudian ditutup dengan pembagian doorprize, pemberian cenderamata buku, dan foto bersama.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magetan Suhardi, S.Pd., M.M.Pd., bersama perwakilan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan turut hadir dalam pembukaan kegiatan. Suhardi mengapresiasi inisiatif sekolah dalam mendorong budaya membaca dan menulis di kalangan pelajar.
Salah satu pemateri juga menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman literasi yang lebih dekat dengan dunia siswa.
“Di tengah gempuran era serba cepat yang membuat anak-anak rentan mengalami penurunan minat baca, inisiatif seperti Camp Literasi ini adalah angin segar. Anak-anak tidak hanya diajak membaca, tetapi juga merasakan dan merayakan literasi itu sendiri,” ungkapnya.
Melalui Festival Bulan Bahasa dan Camp Literasi 2026, SMPIT Al Uswah Magetan berupaya menghadirkan pengalaman membaca yang lebih interaktif. Siswa tidak hanya berhadapan dengan teks, tetapi juga belajar berdiskusi, menafsirkan cerita, bekerja sama, dan mengekspresikan gagasan melalui karya.
Dengan pendekatan tersebut, literasi menjadi aktivitas yang tidak berhenti di halaman buku, tetapi berkembang menjadi pengalaman kreatif yang melatih kemampuan berpikir dan berkomunikasi siswa.
Penulis: Rizki Rahman | Lembaga: SMPIT Al Uswah Magetan







