MAGETAN – Sebanyak 203 anggota Pramuka Penggalang SDIT Badrussalam mengikuti Perkemahan Jumat dan Sabtu (Perjusa) yang digelar di Gugus Depan 10.057/10.058 Pangkalan SDIT Badrussalam, Jumat-Sabtu (28–29/8).
Kegiatan yang menjadi penutup rangkaian Gebyar Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia dan Hari Pramuka ke-65 tersebut dipusatkan di lapangan sekolah. Sebanyak 18 tenda berdiri kokoh sebagai hasil kerja sama masing-masing regu.
Perjusa dimulai pukul 07.00 dengan upacara pembukaan. Ketua Gugus Depan Putra, Kak Firdaus, S.Pd., bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat serta menjadikan perkemahan sebagai sarana pembentukan karakter.
“Selamat mengikuti perkemahan dengan penuh semangat. Semoga kegiatan ini mampu membentuk adik-adik menjadi pribadi yang berkarakter, mandiri, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan untuk Indonesia yang lebih baik,” pesannya.
Suasana perkemahan semakin semarak dengan kehadiran Kak Arief Suswanto, M.Pd.I., dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Magetan. Ia memberikan materi kepramukaan yang dikemas menarik sehingga peserta semakin antusias mengikuti kegiatan.
Pembinaan kepramukaan yang aktif memang menjadi salah satu perhatian Kamabigus SDIT Badrussalam, Kak Suryani, S.Pd.I. Melalui berbagai kegiatan, sekolah berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik.
Kebersamaan peserta semakin terasa saat kegiatan api unggun. Wakil Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Kawedanan, Kak Lilis Purwaningsih, S.Pd., bertindak sebagai pembina upacara api unggun, didampingi Sekretaris Kwarran Kawedanan, Kak Iwan Purwanto, S.Pd.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Lilis mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dan ketulusan dalam setiap aktivitas.
“Adik-adik harus dapat menjaga kebersamaan dan ketulusan, bekerja sama untuk tujuan yang lebih baik, bertanggung jawab, dan mandiri,” ujarnya.
Perjusa 2026 ditutup dengan kegiatan penjelajahan di lingkungan sekitar sekolah. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk bertadabur alam dan belajar mensyukuri nikmat Allah SWT.
Bagi peserta, perkemahan bukan sekadar bermalam di tenda atau mengikuti permainan. Lebih dari itu, Perjusa menjadi ruang belajar untuk melatih kemandirian, disiplin, kerja sama, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Diharapkan, pengalaman selama Perjusa dapat menjadi bekal berharga bagi para penggalang SDIT Badrussalam untuk tumbuh sebagai generasi yang mandiri, tangguh, dan berkarakter.
Penulis: Amin Riyanto, S.E., S.Pd., Gr. Humas SDIT Badrussalam








