Penulis: Imam Budi Santoso
Jember – Pendidikan yang layak adalah hak setiap murid, tanpa terkecuali. Semua anak berhak mendapatkan layanan pembelajaran terbaik, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih ramah bagi semua murid, SMP Islam Terpadu (SMPIT) Al-Ghozali Jember menggelar pelatihan khusus guru dan pegawai dengan tema Pelayanan Pembelajaran Bagi Murid ABK, Sabtu (27/9/2025).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ibu Endang Guritno, M.Psi., Psikolog dan Bapak Faruq Razan Firdausi, S.Psi dari Lembaga Psikologi Garizmu (Gapai Rizqy Mulia) Jember. Keduanya dikenal sebagai praktisi pendidikan ABK, di mana Ibu Endang juga tercatat sebagai dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember.
Materi Pelatihan: Mengenal Lebih Dekat Dunia ABK
Pelatihan dimulai dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal guru dan pegawai tentang ABK. Selanjutnya, kedua narasumber menyampaikan materi seputar:
- istilah dan konsep pendidikan ramah anak,
- ragam ABK dan ciri-cirinya,
- gaya belajar ABK,
- tantangan dalam pembelajaran ABK,
- strategi perlakuan dan pendampingan bagi murid ABK.
Meski SMPIT Al-Ghozali Jember bukan sekolah inklusi, pelatihan ini diharapkan memberi wawasan baru sehingga guru dapat lebih peka dan responsif jika menemui murid dengan kebutuhan khusus di kelas.
Antusias Guru & Pegawai
Suasana pelatihan berlangsung hidup. Guru dan pegawai tampak antusias, aktif bertanya, dan berdiskusi. Salah satu insight penting yang didapat adalah cara deteksi dini anak dengan tanda-tanda ABK non-spesifik.
“Kita mengadakan kegiatan ini untuk memaksimalkan pelayanan pembelajaran bagi semua murid. Sudah menjadi kewajiban bagi sekolah untuk mengakomodasi kebutuhan belajar mereka, karena sejatinya setiap anak punya keunikan masing-masing,” tutur Imam Budi Santoso, Kepala SMPIT Al-Ghozali Jember.
Harapan Pasca-Pelatihan
Di akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Lebih dari itu, hasil pelatihan diharapkan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran nyata di kelas. Dengan begitu, hambatan belajar murid bisa diminimalkan, dan potensi mereka dapat berkembang optimal.
