Acara ini menjadi ajang apresiasi kreativitas siswa serta penegasan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan ramah anak dan bebas perundungan.
Gresik – Suasana semarak dan penuh antusiasme menyelimuti SDIT Al Ibrah Gresik selama dua hari pelaksanaan Gelar Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Stop Bully, Be a Friend”, yang digelar pada 20–21 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi panggung ekspresi dan apresiasi bagi seluruh siswa untuk menampilkan hasil karya dan kreativitas mereka sepanjang Tahun Ajaran 2024/2025.
Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum, Ustadzah Noor Sholikhah, S.TP., menjelaskan bahwa kegiatan dilaksanakan dua hari guna memberikan ruang tampil yang adil dan nyaman bagi semua siswa.
“Setiap anak mendapat kesempatan tampil di kelasnya masing-masing. Hari pertama untuk kelas 1, 2, dan 5, lalu hari kedua untuk kelas 3 dan 4,” jelasnya.
Khusus siswa kelas 5, kegiatan digelar lebih istimewa di Atrium Icon Mall Gresik, sekaligus dirangkaikan dengan Laporan Hasil Belajar (LHB) siswa yang dikemas secara kreatif dan penuh makna.
Kepala SDIT Al Ibrah, Ustadz Janan, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pembagian nilai akademik, tetapi momen penting untuk menyaksikan transformasi siswa.
“Hari ini bukan hanya menerima lembaran nilai. Kita menyaksikan langsung bagaimana kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian Ananda tumbuh melalui karya-karya mereka,” ungkapnya.
“Inilah bentuk LHB yang sesungguhnya—apresiasi terhadap proses, bukan sekadar angka. Ketika anak dihargai, kepercayaan dirinya akan tumbuh dan menjadi pijakan untuk prestasi di masa depan.”
Acara juga dihadiri oleh Pengawas SD Kecamatan Manyar, Bapak Supriyadi, S.Pd., dan Ketua K3S Kecamatan Manyar, Ibu Nurhayati, S.Pd. Dalam sambutannya, Ibu Nurhayati memberikan apresiasi tinggi kepada SDIT Al Ibrah.
“SDIT Al Ibrah yang punya tagline Sekolah Bintang memang benar-benar bintang. Ini kebanggaan Manyar,” tuturnya antusias.
Rangkaian Gelar Karya diisi dengan berbagai tampilan kreatif siswa seperti MC, tilawah dan sari tilawah, gerak lagu, drama, puisi, hingga tari, semuanya sarat pesan anti perundungan. Nilai-nilai persahabatan, saling menghargai, dan pentingnya menjadi teman yang baik mengalir dalam setiap karya.
Sebagai bentuk apresiasi, siswa menerima piala eksklusif berbahan marmer dan akrilik dari wali kelas. Menariknya, setiap piala bertuliskan “Bintang Kecerdasan” sesuai potensi dominan masing-masing siswa berdasarkan teori Multiple Intelligences. Ini menjadi simbol bahwa setiap anak adalah bintang, dengan cara bersinarnya masing-masing.
Alhamdulillah, SDIT Al Ibrah mencatat peningkatan prestasi signifikan tahun ini. Hal ini berkat sinergi siswa, dedikasi guru, serta dukungan penuh dari orang tua dan Komite Sekolah.
Gelar Karya P5 bukan sekadar acara tahunan, tapi juga perayaan perjalanan belajar yang penuh makna. Dengan tema “Stop Bully, Be a Friend”, SDIT Al Ibrah menegaskan komitmennya sebagai sekolah ramah anak yang menumbuhkan keberanian, empati, dan solidaritas sejak dini.
