Penulis: Mukhlas H
Madiun – Suasana Gedung SMPIT Bakti Ibu Kota Madiun pada Kamis, 12 Juni 2025, tampak berbeda dari biasanya. Para penggerak pendidikan Islam terpadu dari berbagai sekolah di Madiun berkumpul dalam satu agenda penting: Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) JSIT Indonesia Daerah Madiun 2025.
Dihadiri langsung oleh Ketua JSIT Indonesia Daerah Madiun, Pengurus JSIT Wilayah, serta perwakilan dari 12 bidang JSIT, Rakorda ini menjadi momentum strategis untuk menyusun arah baru dalam peningkatan mutu pendidikan di lingkungan Sekolah Islam Terpadu (SIT) satu tahun kedepan.

Dalam sambutannya, Ketua JSIT Daerah Madiun menekankan pentingnya sinergi dan pembaruan strategi demi menjawab tantangan zaman. “Mutu pendidikan tidak bisa dicapai dengan kerja sendiri. Kita butuh kerja tim, refleksi yang jujur, dan program yang relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini,” tegasnya.
Rapat berlangsung dinamis dengan sistem presentasi dari masing-masing bidang. Setiap tim memaparkan laporan kinerja, program unggulan, hingga tantangan riil yang mereka hadapi dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Forum ini menjadi ruang dialog yang konstruktif, di mana ide-ide segar dan solusi inovatif bermunculan dari berbagai bidang.
Mulai dari bidang sosial kemanusiaan, kepramukaan, mutu, risalah hingga BPI—semuanya bersatu dalam semangat untuk membawa pendidikan SIT di Madiun ke tingkat yang lebih unggul. Diskusi berlangsung intens, tapi tetap hangat dalam nuansa ukhuwah dan semangat perbaikan berkelanjutan.
Rakorda ini bukan hanya ajang laporan, tetapi juga langkah nyata menuju perubahan. Dengan hasil evaluasi dan strategi baru yang disusun bersama, JSIT Daerah Madiun optimis mampu mendorong kemajuan sekolah-sekolah Islam terpadu di wilayahnya.
Satu visi, satu gerak, untuk pendidikan Islam yang bermutu dan berkarakter.
