Penulis: Novita Ratna Andadari (Humas SIT Permata Surabaya)
Silaturrahim bukan sekadar tradisi, melainkan amalan yang menyimpan banyak keberkahan. Ia mampu memperpanjang umur, memperluas rezeki, hingga menumbuhkan cinta di tengah keluarga. Di tengah kesibukan zaman, masihkah kita menyediakan waktu untuk menyambung tali kasih ini? Pertanyaan sederhana, namun kerap luput dari perhatian kita sehari-hari.
”Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahim niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 58, hasan)

Silaturrahim tak hanya ada di saat hari raya Idulfitri. Tak harus menunggu momentum lebaran. Karena sejatinya silaturrahim bisa dilakukan kapan saja, tanpa tendensi apapun. Silaturrahim yang tumbuh karena cinta-Nya semata menghadirkan kenikmatan tersendiri bagi yang melakukannya. Kapan terakhir kali Anda bersilaturrahim?
Salah satu giat yang menjadi amanah Humas SIT Permata Surabaya adalah membangun jejaring. Jejaring yang dijalin melalui media sosial, namun juga dipererat lewat pertemuan tatap muka. Membangun kemitraan dengan cara bersilaturrahim. Kamis, 25 September 2025 pukul 08.00 WIB, tim manajemen SIT Permata Surabaya yang terdiri dari Ketua Yayasan Lutfiatul Ma’rifah, Sumari selaku Sekretaris Yayasan, Rina Widya Tantri sebagai Direktur Pendidikan, Evi Rohmawati selaku Bendahara, dan Novita Ratna di bidang Humas melakukan kunjungan silaturrahim ke rumah salah satu wali murid, Bapak Miftahul Huda, di Perumahan Bukit Palma, Kecamatan Pakal, Surabaya.
Suasana penyambutan yang hangat membuat tim manajemen SIT Permata Surabaya merasa seperti keluarga sendiri. Duduk lesehan melingkar dengan sajian buah, jajanan tradisional, serta minuman beras kencur menambah keakraban dalam silaturrahim. Tujuan utama kunjungan ini adalah menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan wali murid dalam pengembangan dan kemajuan sekolah.
Bapak Miftahul Huda adalah salah satu aghniya (muwakif) SIT Permata Surabaya yang berprofesi sebagai pengusaha di bidang penyedia alat rumah tangga, pertanian, dan BOS COD.com (nama perusahaannya). Beliau meneladankan pentingnya mendukung program sekolah dengan kontribusi materi maupun non-materi sebagai kunci keberhasilan pendidikan.
Dua anaknya dipercayakan menempuh pendidikan di SIT Permata. Putra pertama merupakan alumni SMPIT PPQ Permata Surabaya, sementara anak keduanya kini duduk di kelas 5 SDIT Permata Surabaya.
Tak hanya itu, Pak Huda yang merupakan alumni Akuntansi salah satu universitas swasta di Surabaya juga memiliki pengalaman panjang dalam dunia bisnis. Pernah menggeluti usaha pertanian dengan modal ratusan juta rupiah yang kemudian gagal, ia tak menyerah. Kegagalan itu justru menjadi pijakan untuk terus membuka peluang rezeki lainnya. Berpikir kreatif, membaca pasar, berusaha keras, dan berdoa adalah kunci perjuangannya.
Pria berkacamata ini juga dikenal sukses mendidik putranya yang berprestasi. Ammar Arda Ilhami, sang sulung, tak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga menorehkan prestasi di bidang robotik: Juara 1 Lomba Robotik JSIT Tingkat Kota (2023) dan Juara 2 Tingkat Provinsi (2023). Pak Huda sendiri aktif sebagai pengurus Komite SDIT Permata Surabaya Bidang Usaha selama dua periode.
“Memulai usaha dengan feeling. Kalau laris, baru mencari tutorial di YouTube, lalu langsung eksekusi. Kuncinya mau mencoba. Sesederhana itu,” tutur Pak Huda, panggilan akrabnya, sembari berbagi pengalaman usaha.
Obrolan santai ditemani minuman beras kencur berjalan hangat. Berbincang soal perjalanan usaha, strategi mengembangkan bisnis, hingga masukan positif untuk SIT Permata Surabaya membuat waktu satu jam terasa singkat. Silaturrahim ini ditutup dengan doa bersama, permohonan maaf, dan ucapan terima kasih. Silaturrahim yang mencerahkan, sekaligus menguatkan kecintaan.
Secara etimologi, silaturrahim berasal dari dua kata Arab: shilah yang berarti hubungan dan rahim yang berarti peranakan. Artinya, menyambung hubungan kekerabatan. Dalam praktik sehari-hari, silaturrahim diwujudkan melalui kunjungan, sapaan, atau kebersamaan tanpa pamrih, demi menjaga persaudaraan dan kasih sayang.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), silaturahmi berarti tali persaudaraan atau persahabatan. Bersilaturrahim berarti mengikat dan mempererat hubungan tersebut.
Islam menekankan pentingnya silaturrahim, bukan hanya untuk kebaikan dunia, tetapi juga akhirat. Rasulullah bersabda, “Seorang yang menyambung silaturrahim bukanlah sekadar membalas kebaikan dengan kebaikan, melainkan tetap berusaha menyambung setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari).
Silaturrahim adalah jalan kita untuk kembali dekat dengan Sang Pencipta. Ia menjadi sebab lapangnya rezeki, keberkahan hidup, serta panjang umur untuk beramal shalih.
Lebih dari itu, silaturrahim juga menyehatkan jiwa. Saling menyapa, bercengkerama, bertukar cerita dengan orang terdekat menghadirkan rasa bahagia dan perasaan positif yang menyehatkan mental. Mari kita hidupkan kembali silaturrahim, agar umur semakin berkah dan cinta Allah terus bertambah.
