Beranda / Ragam / Pengurus JSIT Jatim Kunjungi Tujuh Yayasan SIT, Perkuat Kolaborasi Pendidikan

Pengurus JSIT Jatim Kunjungi Tujuh Yayasan SIT, Perkuat Kolaborasi Pendidikan

JAWA TIMUR — Pengurus Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Timur mengunjungi tujuh yayasan penyelenggara Sekolah Islam Terpadu (SIT) pada 13–14 Oktober 2026. Kunjungan tersebut menjadi upaya memperkuat sinergi antaryayasan melalui silaturahmi dan berbagi praktik baik pengelolaan lembaga pendidikan.

Tujuh yayasan yang dikunjungi tersebar di sejumlah daerah, yakni Yayasan Al-Ibrah Gresik, Yayasan Ukhuwah Islamiyah Surabaya, Yayasan Insan Kamil Sidoarjo, Yayasan Ibnu Katsir Jember, Yayasan Permata Mojokerto, Yayasan Bina Insan Muslim Madiun, dan Yayasan Al Uswah Center Madiun.

Pada hari pertama, Selasa (13/10/2026), rombongan mengawali kunjungan ke Yayasan Al-Ibrah Gresik pada pagi hari. Agenda dilanjutkan ke Yayasan Ukhuwah Islamiyah Surabaya dan Yayasan Insan Kamil Sidoarjo. Pada malam harinya, rombongan bersilaturahmi dengan Yayasan Ibnu Katsir Jember.

Kunjungan berlanjut pada Rabu (14/10/2026) ke Yayasan Permata Mojokerto, Yayasan Bina Insan Muslim Madiun, dan Yayasan Al Uswah Center Madiun.

Dalam setiap pertemuan, pengurus JSIT Jatim dan pengelola yayasan berdialog mengenai pengembangan lembaga pendidikan, tata kelola organisasi, penguatan visi kelembagaan, serta strategi meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi setiap yayasan untuk saling belajar. Praktik baik yang telah diterapkan satu lembaga dapat menjadi inspirasi bagi lembaga lain untuk mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Lebih dari sekadar silaturahmi, kunjungan ini diarahkan untuk mendorong kolaborasi yang berkelanjutan. Bentuknya dapat berupa kerja sama program, pertukaran keahlian dan sumber daya, hingga pengembangan kapasitas pengelola yayasan.

Sinergi antaryayasan dinilai penting untuk memperkuat ekosistem pendidikan Islam terpadu di Jawa Timur. Dengan berbagi pengalaman dan membangun kerja sama, setiap lembaga memiliki peluang untuk berkembang bersama tanpa harus berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan pendidikan.

Melalui rangkaian kunjungan tersebut, JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur mendorong terbangunnya budaya berbagi dan bertumbuh bersama. Harapannya, hubungan antaryayasan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut menjadi program nyata yang berdampak pada peningkatan kualitas pengelolaan sekolah dan layanan pendidikan bagi peserta didik.

Penulis: Anita Rohmi | Lembaga: JSIT Jawa Timur

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *