PASURUAN – Mengenal kota tempat tinggal tak harus melalui buku atau cerita di dalam kelas. Sebanyak 59 siswa KBIT Bina Insan Cendekia diajak berkeliling menggunakan angkutan kota (angkot) untuk mengenal ikon dan bangunan bersejarah di Kota Pasuruan. Kegiatan bertajuk Pasuruan City Tour itu dilaksanakan pada 1 dan 12 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi cara sekolah mengenalkan lingkungan sekitar melalui pengalaman langsung. Anak-anak tidak hanya melihat gambar atau mendengarkan cerita tentang sejarah kota, tetapi juga menyaksikan berbagai lokasi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pasuruan.
Perjalanan diawali dari sekolah menuju Tourism Information Center (TIC) Kota Pasuruan. Setibanya di lokasi, anak-anak menyaksikan video pengenalan kota sebagai bekal sebelum menjelajahi sejumlah destinasi.
Petualangan edukatif itu berlanjut dengan menyusuri berbagai ikon kota menggunakan angkot. Rombongan mengunjungi Rumah Singa, Gedung Pancasila, Hotel Darussalam, Stasiun Kota Pasuruan, Pasar Besar, hingga Pelabuhan Kota Pasuruan.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Taman Kota, Gedung Harmonie, P3GI, GOR Untung Suropati, Alun-alun Kota Pasuruan, serta Masjid Jami’ Al Anwar dan kawasan Payung Madinah.
Sepanjang perjalanan, anak-anak mendapatkan penjelasan mengenai sejumlah tempat yang dikunjungi, termasuk sejarah singkat beberapa bangunan. Mereka berkesempatan mengamati secara langsung beragam fasilitas umum, bangunan bersejarah, dan ruang publik yang menjadi bagian dari kehidupan kota.
Penanggung jawab kegiatan, Luluk Musyarofah, mengatakan, city tour tersebut memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak usia dini.
“Anak-anak belajar banyak hal melalui perjalanan ini. Mereka dapat melihat secara langsung stasiun, pasar, pelabuhan, taman kota, masjid, dan berbagai ikon Kota Pasuruan lainnya. Kami berupaya menjadikan setiap pengalaman sebagai kesempatan belajar yang menyenangkan, sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini,” ujar Luluk.
Melalui kegiatan ini, KBIT Bina Insan Cendekia ingin menanamkan kecintaan terhadap kota sejak dini. Anak-anak diharapkan semakin mengenal lingkungan tempat tinggalnya sekaligus memahami bahwa berbagai bangunan dan fasilitas di sekitarnya memiliki fungsi serta nilai sejarah yang menarik untuk dipelajari.
Pembelajaran di luar kelas juga memberikan kesempatan kepada anak untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman nyata. Dengan melihat, mendengar, dan mengamati secara langsung, proses belajar diharapkan lebih mudah dipahami dan membekas dalam ingatan.
Kegiatan Pasuruan City Tour menjadi bagian dari upaya KBIT Bina Insan Cendekia menghadirkan pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan anak. Harapannya, pengalaman sederhana berkeliling kota dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan generasi yang mengenal lingkungannya, menghargai sejarah, serta memiliki kepedulian terhadap Kota Pasuruan.
Penulis: Nur Lailiya | Lembaga: KBIT Bina Insan Cendekia Pasuruan







