JSIT Pasuruan Raya selenggarakan pelatihan metode Ilman wa Ruuhan untuk guru Al-Qur’an untuk peningkatan mutu pendidikan Islam terpadu
Penulis : Saefuddin Famsah, M.Pd
Bangil, 24 Juni 2025 — Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Pasuruan Raya terus berkomitmen mencetak generasi Qur’ani melalui peningkatan kompetensi guru Al-Qur’an. Salah satu upayanya adalah menggelar Pelatihan Metode Belajar Al-Qur’an Ilman wa Ruuhan selama dua hari, 23–24 Juni 2025, yang bertempat di SMPIT Al Uswah Bangil. Kegiatan ini diikuti oleh guru Al-Qur’an dari seluruh jenjang pendidikan, mulai TKIT hingga SMAIT, se-wilayah Pasuruan Raya.

Pelatihan ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan Islam terpadu yang konsisten mengedepankan kualitas pembelajaran berbasis akhlak dan spiritualitas. Metode Ilman wa Ruuhan dinilai sebagai pendekatan khas yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan kekuatan ruhiyah dalam pembelajaran Al-Qur’an.
Peningkatan Kompetensi Guru Al-Qur’an Lewat Metode Ilman wa Ruuhan
Kegiatan menghadirkan dua pemateri utama dari BP2Q JSIT Jawa Timur, yaitu Ustaz Ihya Ulumuddin, S.Pd. dan Ustazah Imroati, S.Pdi. Keduanya memberikan pembekalan menyeluruh tentang filosofi, strategi, serta teknik mengajar metode Ilman wa Ruuhan agar para guru dapat mengimplementasikannya secara konsisten dan menyentuh aspek spiritual peserta didik.
Ketua JSIT Daerah Pasuruan Raya, Ustaz Totok Yulianto, S.Pdi., menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi salah satu langkah untuk menstandarkan mutu pembelajaran Al-Qur’an di seluruh lembaga pendidikan Islam terpadu di bawah JSIT. Ia menekankan pentingnya guru memiliki pemahaman yang mendalam serta kemampuan praktis dalam menerapkan metode khas JSIT ini.
“Metode Ilman wa Ruuhan bukan hanya tentang cara membaca Al-Qur’an, tetapi bagaimana menjadikannya sebagai sarana membentuk karakter dan kepribadian yang Qur’ani,” tegasnya.
Praktik Mengajar Interaktif dan Berbasis Spiritualitas
Selama dua hari, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga mengikuti sesi microteaching atau praktik mengajar langsung. Hal ini bertujuan memperkuat keterampilan teknis dalam mengajar Al-Qur’an secara interaktif, bermakna, dan menyentuh dimensi hati.
Peserta tampak antusias dan aktif dalam setiap sesi. Interaksi antara pemateri dan peserta berjalan dinamis, mencerminkan semangat tinggi dalam meningkatkan mutu pendidikan Al-Qur’an di lingkungan sekolah Islam terpadu.
Menuju Generasi Qur’ani yang Unggul dan Berkarakter
Kegiatan ini menjadi salah satu strategi nyata JSIT Pasuruan Raya dalam mendukung visi besar JSIT Jawa Timur, yaitu mencetak generasi Qur’ani yang unggul secara akademik, kokoh akidahnya, dan mulia akhlaknya. Penerapan metode Ilman wa Ruuhan diharapkan dapat memperkuat pendidikan karakter islami yang menjadi ruh utama dalam sistem sekolah Islam terpadu.
Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal dari berbagai inovasi yang akan terus berkembang demi meningkatkan kualitas guru Al-Qur’an dan memperkuat peran JSIT dalam membentuk peradaban Islam yang gemilang.

Barokallah
Barokallah semoga sukses pelatihannya