SURABAYA – Belajar sejarah dan nilai-nilai Pancasila dikemas berbeda oleh SDIT Al Uswah Surabaya. Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, siswa kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti Pancasila Challenge 2026, kuis kolaboratif berbasis digital menggunakan platform Blooket.
Mengusung tema “Edisi Hari Kesaktian Pancasila – Belajar Sejarah, Menjaga Persatuan”, kegiatan tersebut tidak sekadar menguji pengetahuan siswa. Mereka juga diajak mempraktikkan nilai persatuan, musyawarah, kerja sama, dan sportivitas melalui permainan dalam satu tim.
Dengan tagline “Satu Kelas • Satu Tim • Satu Semangat Pancasila”, seluruh siswa mengikuti challenge bersama kelas masing-masing dalam suasana kompetitif sekaligus tetap menjunjung kebersamaan.
Satu Kelas, Satu Tim
Pancasila Challenge 2026 digelar dalam dua tahap. Fase A, yang terdiri atas kelas 1–2, mengikuti kegiatan pada Rabu (30/9/2026). Sedangkan Fase B kelas 3–4 dan Fase C kelas 5–6 mengikuti challenge pada Kamis (1/10/2026).
Kegiatan berlangsung dalam sesi Bina Kelas pukul 07.20–07.35 WIB.
Konsep kompetisinya menjadi salah satu hal menarik. Setiap kelas hanya menggunakan satu akun Blooket dengan nama berdasarkan nomor dan paralel kelas, seperti 4A.
Artinya, siswa tidak bermain secara individu. Satu kelas menjadi satu tim.
Ketika pertanyaan muncul di layar, siswa memiliki kesempatan berdiskusi sebelum menentukan jawaban. Wali kelas bertugas sebagai operator, sementara keputusan jawaban dilakukan melalui musyawarah siswa. Tim kelas juga diperbolehkan membantu proses diskusi.
Dengan konsep tersebut, kuis tidak hanya menguji kemampuan mengingat materi. Siswa juga belajar mendengarkan pendapat teman, menyampaikan alasan, mengambil keputusan bersama, dan bertanggung jawab terhadap pilihan tim.
Belajar Sejarah dengan Cara Menyenangkan
Materi Pancasila Challenge disiapkan berdasarkan materi dalam modul Bina Kelas.
Untuk siswa Fase C, materi diperkuat dengan pengenalan nama-nama Pahlawan Revolusi. Khusus Fase A, siswa terlebih dahulu mendapatkan 20 soal untuk dipelajari. Saat challenge berlangsung, sebanyak 10–15 soal dipilih dari materi yang telah dibagikan.
Selama sekitar 10–15 menit, suasana belajar berubah menjadi lebih hidup. Laptop atau PC kelas yang terhubung dengan TV digital menjadi pusat perhatian siswa. Pertanyaan muncul di layar, diskusi berlangsung, lalu kelas menentukan jawaban bersama.
Setiap jawaban memberikan konsekuensi terhadap skor tim. Karena itu, setiap siswa memiliki kesempatan untuk berkontribusi terhadap keberhasilan kelasnya.
Pancasila Dipraktikkan, Bukan Sekadar Dihafalkan
Ada tiga nilai utama yang dihidupkan melalui kegiatan tersebut.
Pertama, persatuan. Seluruh siswa dalam satu kelas belajar bahwa mereka berada dalam satu tim. Perbedaan pendapat tidak menjadi alasan untuk terpecah, tetapi menjadi bagian dari proses menentukan keputusan bersama.
Kedua, musyawarah. Siswa tidak sekadar berlomba menjawab paling cepat. Mereka diajak berdiskusi sebelum menentukan pilihan. Dari proses sederhana tersebut, siswa mendapatkan pengalaman mengambil keputusan dengan mempertimbangkan pendapat anggota kelompok.
Ketiga, sportivitas. Dalam kompetisi, ada kelas yang memperoleh skor lebih tinggi dan ada pula yang belum mendapatkan hasil sesuai harapan. Siswa belajar menerima hasil, menghargai usaha tim lain, dan tetap memberikan apresiasi kepada seluruh peserta.
Kompetisi dalam Tiga Fase
Penilaian dilakukan berdasarkan skor otomatis yang diperoleh melalui Blooket. Untuk memberikan ruang kompetisi sesuai jenjang perkembangan siswa, juara ditentukan pada masing-masing fase:
- Fase A: Kelas 1–2
- Fase B: Kelas 3–4
- Fase C: Kelas 5–6
Pembagian tersebut memberikan kesempatan kepada setiap kelas untuk berkompetisi dengan jenjang yang setara.
Namun, lebih dari sekadar mengejar skor, Pancasila Challenge 2026 dirancang sebagai pengalaman belajar bersama. Saat siswa berdiskusi, mendengarkan teman, memilih jawaban, dan menerima hasil permainan, nilai-nilai Pancasila hadir melalui pengalaman yang dekat dengan dunia anak.
Dari Challenge Menuju Karakter
Pancasila bukan hanya materi yang dipelajari melalui buku. Nilai-nilainya juga dapat hadir dalam berbagai aktivitas sederhana di sekolah.
Melalui Pancasila Challenge 2026, siswa SDIT Al Uswah Surabaya belajar bahwa menjadi bagian dari sebuah bangsa berarti mampu hidup bersama, menghargai orang lain, bermusyawarah, bekerja sama, dan menjaga persatuan.
Satu kelas mungkin memiliki jawaban yang berbeda. Satu tim mungkin memperoleh skor yang berbeda. Namun, seluruh siswa tetap berada dalam satu semangat yang sama: belajar sejarah, menjaga persatuan, dan menumbuhkan semangat Pancasila sejak dari ruang kelas.
Satu Kelas • Satu Tim • Satu Semangat Pancasila
#PancasilaChallenge2026 #HariKesaktianPancasila #SatuKelasSatuTim #SatuSemangatPancasila #SDITAlUswahSurabaya







