SDIT Permata Surabaya sukses menggelar kegiatan Munaqasyah Tartil dan Turjuman Metode Ummi pada Sabtu, 13 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 51 siswa dari kelas 3 hingga kelas 6 sebagai bagian dari evaluasi capaian pembelajaran Al-Qur’an.
Materi tartil yang diujikan meliputi tartil, fashohah, ghorib, tajwid, dan tahfiz. Sementara itu, materi turjuman yang diuji mencakup tiga keterampilan utama serta pemahaman intisari. Munaqasyah ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam menguji, mengukur, sekaligus memvalidasi kualitas bacaan Al-Qur’an siswa agar sesuai dengan standar pembelajaran Metode Ummi.
Hasil munaqasyah kali ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan pra-munaqasyah sebelumnya. Evaluasi dan kekurangan yang ditemukan pada tahap awal sudah tidak muncul kembali. Bahkan, nilai tajwid, ghorib, dan tahfiz rata-rata mencapai angka 100. Hal tersebut disampaikan oleh Ustazah Umami selaku salah satu penguji munaqasyah.
Ia berharap capaian tersebut dapat terus dijaga agar kualitas pembelajaran Al-Qur’an di SDIT Permata semakin baik. Secara umum, kegiatan munaqasyah berlangsung dengan lancar dan tertib.
Salah satu guru finishing, Ustazah Bidayah, menyampaikan bahwa para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti munaqasyah. Dukungan dari wali murid pun sangat besar. Mereka berharap putra-putri mereka dapat lulus dengan hasil terbaik, mengingat munaqasyah menjadi tolok ukur utama penilaian Al-Qur’an.

Kegiatan ini juga menjadi momentum yang berharga dalam memotivasi siswa lainnya. Semangat berlomba-lomba untuk meraih hasil terbaik tampak jelas selama proses munaqasyah berlangsung.
Raka Balakosa, siswa kelas 6 yang menjadi salah satu peserta munaqasyah tartil, mengungkapkan kegembiraannya setelah mengikuti ujian tajwid bersama Ustazah Umami. Ia tampak berseri-seri ketika menyampaikan rasa syukurnya karena mampu menyelesaikan ujian tanpa kesalahan.
Hal serupa disampaikan oleh Hisyam Rasyid, siswa kelas 6 lainnya. Ia merasa senang karena mendapatkan apresiasi dari Ustaz Amin selaku penguji tartil dan fashohah atas kualitas bacaannya yang dinilai sudah baik.
Melalui kegiatan munaqasyah ini, SDIT Permata Surabaya berharap pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya terukur secara akademik, tetapi juga mampu menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an sejak dini.
Penulis:
Ibtihal, S.Pd.
