Jumat, 5 Desember 2025
  • Login
jsit-jatim
  • Kiprah
    • Profile
    • Program
  • Artikel
  • Profil SIT
  • Download
    • Logo Resmi
    • Foto Resmi Pengurus Pusat
No Result
View All Result
jsit-jatim
No Result
View All Result
Home Keislaman

Mengasuh ala Nabi Ibrahim: Didik Anak dengan Cinta dan Dialog

by Janan
2025/06/05 | 19:40
in Keislaman
Reading Time: 3 mins read
0
0
SHARES
71
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Idul Adha: Pendidikan Ketundukan dan Keikhlasan

Penulis: Ustad Janan, S.Pd, Kepala SDIT Al Ibrah Gresik

Related Posts

Kurban Tanpa Plastik, Emang Bisa? Ini Jawabannya

Tak Mudah Menjadi Wahsyi

Beginilah Nabi Muhammad Mengajarkan Ketika Turun Hujan

Idul Adha bukan sekadar hari raya ibadah, tetapi juga momentum spiritual yang sarat dengan pelajaran mendalam tentang hubungan manusia dengan Allah, dengan anak-anak, dan dengan dirinya sendiri. Bagi para orang tua dan pendidik, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bukanlah sekadar narasi sejarah, melainkan cermin reflektif tentang bagaimana membangun karakter melalui dialog iman, pengorbanan, dan keikhlasan.


Ibrahim: Figur Edukatif yang Inspiratif

Allah mengabadikan kisah Nabi Ibrahim bukan hanya karena pengorbanannya, tetapi karena keteladanan spiritual dan metode pendidikannya yang agung. Ketika menerima perintah ilahi untuk menyembelih anaknya, Ibrahim tidak serta merta memaksakan kehendaknya. Ia justru mengajak sang anak berdialog dengan penuh hikmah:

يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي ٱلْمَنَامِ أَنِّيٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ
“Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu?”
(QS. As-Saffat: 102)

Inilah model pendidikan yang menyentuh batin dan akal—tidak dibangun atas dasar dominasi, melainkan berdasarkan cinta, kepercayaan, dan penghargaan terhadap kesadaran anak.


Ismail: Potret Anak yang Tangguh dan Tunduk

Respons Ismail menunjukkan buah dari pendidikan yang matang secara spiritual. Ia tidak menjawab dengan ketakutan, melainkan dengan keteguhan hati dan keikhlasan yang luar biasa:

يَـٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّـٰبِرِينَ
“Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar.”
(QS. As-Saffat: 102)

Ismail adalah simbol anak yang jiwanya terasah—dididik bukan hanya dalam apa yang harus dilakukan, tetapi mengapa harus dilakukan. Pendidikan yang demikian melahirkan ketangguhan: anak yang mampu menghadapi kesulitan dengan kesadaran, bukan keluhan.


Kurban: Simbol Pengorbanan dan Transformasi Diri

Ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi simbol penyucian jiwa—pengorbanan ego, kelekatan dunia, dan hawa nafsu. Allah berfirman:

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَـٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”
(QS. Al-Hajj: 37)

Di sinilah esensi pendidikan spiritual bekerja: bukan semata-mata dalam ritual, tetapi dalam proses transformasi batin menuju insan yang bertakwa, rela berbagi, dan tak diperbudak oleh keinginan duniawi.


Refleksi untuk Orang Tua dan Pendidik

Di era serba cepat dan penuh tekanan, anak-anak sering tumbuh tanpa cukup ruang untuk belajar sabar, ikhlas, dan tunduk kepada kehendak Ilahi. Idul Adha hadir sebagai pengingat bahwa pendidikan sejati bukan hanya soal penguasaan pelajaran, melainkan penanaman nilai-nilai ketundukan kepada Allah.

Sebagai orang tua dan guru, kita pun dituntut untuk berkurban: mengorbankan ego, ambisi pribadi, atau kesibukan demi hadir sepenuhnya bagi anak-anak. Mendampingi mereka bukan hanya agar menjadi cerdas, tapi agar menjadi manusia utuh yang beriman dan berakhlak.


Penutup: Pendidikan Jiwa, Cinta yang Melepas

Idul Adha mengajarkan bahwa pendidikan jiwa jauh lebih penting daripada sekadar transmisi ilmu. Bahwa cinta sejati dalam mendidik adalah kesediaan untuk membimbing tanpa keterikatan posesif—cinta yang siap melepas dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah.

إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلْبَلَـٰٓؤُا۟ ٱلْمُبِينُ • وَفَدَيْنَـٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ
“Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”
(QS. As-Saffat: 106–107)

Semoga kita mampu meneladani ketundukan Ibrahim, keikhlasan Ismail, dan menjadikan Idul Adha sebagai sarana memperbarui niat dalam mendidik anak-anak kita.

Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

Tags: IbrahimJananRefleksi Idul Adha

Janan

Kepala SDIT Al Ibrah Gresik | Staf Humas JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur

RekomendasiBerita

Keislaman

Kurban Tanpa Plastik, Emang Bisa? Ini Jawabannya

by Anjaya Wibawana
5 Juni 2025
0
6

Setiap tahun, selepas pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, ada satu pemandangan yang hampir selalu muncul: tumpukan kantong plastik hitam atau bening...

Read more

Beginilah Nabi Muhammad Mengajarkan Ketika Turun Hujan

27 Desember 2023
43

Tak Mudah Menjadi Wahsyi

21 Mei 2024
16
Next Post

Kurban Tanpa Plastik, Emang Bisa? Ini Jawabannya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

headline

Jelang Muswil Panas! JSIT Jatim Perkuat Sinergi Pendidikan Lewat Workshop BOSP 2025

by kontributor jsit
30 November 2025
0
73

SIDOARJO – Menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-6, JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur terus memanaskan mesin kolaborasi. Salah satu langkah strategisnya...

Read more

SD IT Badrussalam Galang Dana untuk Banjir Sumatra, Antusiasme Siswa Bikin Terharu

Forsika PAUD JSIT Jombang Gelar Workshop CBIFONIK, Guru-guru Antusias Tingkatkan Kompetensi Literasi Awal

Dua Hari Satu Malam Bersama 187 Siswa, PAUDIT Insan Permata Gelar Kemah Ceria Penuh Nilai Karakter

Pelantikan 32 Pramuka Siaga Garuda Aspafiga Scout SDIT Nuurul Fikri Berlangsung Khidmat dan Meriah

Silaturahmi SIT Permata Surabaya ke NF Tulungagung: Dari Pegunungan Sejuk hingga Inspirasi Kurikulum Wirausaha

Upgrade Skill di Era AI, Guru SDIT Badrussalam Ramaikan Workshop JawaPos TV

Load More

Popular Posts

Terbaru! Cara Mendapatkan NRG Setelah Lulus PPG dan Jadwal Penerbitannya

by Anjaya Wibawana
2 Juni 2025
1
11.4k

Inilah Kumpulan Falsafah Pendidikan Gontor yang Menginspirasi Pimpinan SIT se-Jatim

by Anjaya Wibawana
8 Februari 2025
0
8.3k

Tanpa Andalkan SPP, Gontor Sejahterakan Guru Lewat Unit Usaha

by admin
8 Februari 2025
0
4.8k

Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia Wilayah Jawa Timur, Pusat penggerak dan pemberdayaan Sekolah Islam Terpadu di Indonesia menuju sekolah efektif dan bermutu

Facebook Youtube Instagram

© 2025 JSIT  Indonesia Wilayah Jawa Timur

  • Dewan Redaksi | Ketentuan Web | Kebijakan Umum
No Result
View All Result
  • Artikel Anggota
  • Berita
  • Cari Anggota
  • Download
  • Grup Anggota Default
  • JSIT Jawa Timur – Meningkatkan Mutu Pendidikan Lewat Berita
  • Keislaman
  • Kiprah
  • Kirim Artikel Baru
  • Login
  • Lupa Kata Sandi
  • Pendaftaran
  • Privacy Policy
  • Profil Saya
  • Profile
  • Program
  • Semua Grup
  • Syarat dan Ketentuan Web
  • Anggota

© 2023 jsit-jatim.com | - Media Digital JSIT Membangun Branding & Menebarkan Inspirasi by jsit-jatim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In