Sidoarjo— SMPIT Insan Kamil Sidoarjo kembali menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) sebagai agenda tahunan untuk membentuk calon pemimpin muda yang berkarakter Islami, disiplin, dan mampu bekerja sama dengan baik. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 11–13 November 2025, dan dipusatkan di Bumi Perkemahan Dlundung, Trawas, Mojokerto, sebuah kawasan pegunungan sejuk yang ideal untuk pembentukan karakter.
Sebanyak 120 siswa kelas VIII mengikuti kegiatan ini dengan antusias sejak keberangkatan dari sekolah pada Selasa pagi pukul 08.00 WIB. Suasana penuh semangat terlihat ketika para siswa memasuki kendaraan elf sambil membawa perlengkapan kemah dan peralatan aktivitas luar ruangan.

Sesampainya di lokasi, kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan yang dipimpin Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ustaz Veri Budi Setyawan, S.Pd. Upacara dibuka dengan penyematan simbolik berupa telur dan topi yang harus dijaga hingga akhir kegiatan—diibaratkan sebagai amanah yang perlu dipertanggungjawabkan. Dalam sambutannya, Ustaz Veri menegaskan bahwa LDKS bukan sekadar kegiatan luar sekolah, melainkan ruang penting untuk mengasah karakter kepemimpinan.
“Kami berharap para peserta pulang dengan pemahaman lebih dalam tentang tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama. Nilai kepemimpinan yang kami tekankan bersumber dari ajaran Islam,” ujarnya.
Memasuki hari kedua, rangkaian kegiatan berlangsung lebih intens dan menantang. Para peserta menjalani longmarch, mendaki area pegunungan, serta mengikuti berbagai pos outbond yang menuntut kerja sama dan kemampuan problem solving. Tantangan fisik yang dihadapi tidak hanya melatih ketahanan, tetapi juga membangun solidaritas antarsiswa.
Hari terakhir dimulai dengan renungan dan pembacaan puisi setelah salat Subuh. Momen ini mengajak peserta memahami makna tanggung jawab sebagai pelajar dan calon pemimpin. Banyak siswa terlihat tersentuh karena merasakan pelajaran berharga tentang amanah, kedisiplinan, serta peran mereka sebagai generasi muda muslim. Kegiatan dilanjutkan dengan aksi nyata berupa bakti sosial membersihkan lingkungan perkemahan dan pemasangan poster ajakan mencintai lingkungan.

Setelah itu, para peserta menyusuri sungai menuju Air Terjun Dlundung, sebuah aktivitas yang menguji ketahanan fisik sekaligus memperkuat kebersamaan. Meskipun lelah, para siswa tetap semangat karena saling menyemangati. “Kegiatannya seru, terutama saat menyusuri sungai dan mandi di air terjun Dlundung,” ujar Haykal, salah satu peserta.
Upacara penutupan digelar dengan khidmat dengan pengembalian simbolik telur yang sejak awal menjadi amanah bagi peserta. Dengan berakhirnya kegiatan ini, sekolah berharap nilai-nilai yang dipelajari—disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta akhlak Islami—dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. LDKS bukan sekadar agenda rutin, tetapi investasi karakter untuk membentuk generasi pemimpin masa depan yang tangguh dan berintegritas.

