Di tengah laju teknologi yang semakin cepat, cara mengajar di kelas tak lagi bisa bertahan dengan pola lama. Guru dituntut bukan hanya memahami materi, tetapi juga mampu membawa murid masuk ke dunia digital yang terus bergerak. Pertanyaannya, apakah sekolah-sekolah siap menghadapi perubahan itu?
Yayasan Bina Insani Kediri mencoba menjawab keresahan tersebut dengan langkah konkret. Pada Sabtu, 15 November 2025, lembaga ini menggelar Pelatihan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) tingkat SD di Kampus SDIT Bina Insani Kabupaten Kediri, menghadirkan suasana belajar yang berbeda dari biasanya.

Pelatihan ini diikuti oleh seluruh guru SD di lingkungan yayasan sebagai bentuk keseriusan lembaga dalam menyiapkan pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Materi dibawakan oleh Coach Lailatul Rodiah, S.Pd., alumni pelatihan KKA dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri yang berhasil menjadi salah satu dari tiga peserta terbaik program tersebut. Sebagai guru di SDIT Bina Insani sendiri, ia mampu menyajikan materi yang relevan, dekat dengan kebutuhan guru, dan mudah dipraktikkan di kelas.
Kegiatan ini merupakan inisiatif Unit Pengembangan dan Penjaminan Mutu Yayasan Bina Insani Kediri. Tujuannya sederhana namun strategis: memastikan pembelajaran di sekolah tidak hanya tetap menarik, tetapi juga selaras dengan tuntutan era digital. Melalui KKA, guru diharapkan dapat memperluas cara pandang, memperoleh keterampilan baru, dan menemukan cara-cara kreatif dalam mengintegrasikan koding maupun kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran.
Yayasan Bina Insani Kediri menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan pendidik yang siap membawa siswa melangkah lebih jauh. Dengan bekal literasi digital dan pemahaman teknologi, guru diharapkan mampu membantu siswa menguasai kompetensi abad 21 secara kuat, terarah, dan relevan dengan masa depan mereka.
Penulis: Biyan PS
