Surabaya — Kepala SMPIT Al Ibrah Gresik, Ustadz Mulyono, M.Pd, menjadi pemateri dalam kegiatan FOSFOR’S 2025 (Fostering Familiarity and Synchronization of Regeneration Science) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) S1 Pendidikan IPA Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium D1 FMIPA Unesa dan diikuti oleh mahasiswa lintas angkatan Pendidikan IPA dengan penuh antusias.
Pada kesempatan tersebut, Ustadz Mulyono, M.Pd menyampaikan materi bertema “Literasi Gen Z: Komunikasi yang Efektif untuk Mahasiswa”. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya kemampuan komunikasi yang beretika, adaptif, dan berlandaskan literasi kritis di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media digital yang sangat dekat dengan kehidupan Generasi Z.
“Mahasiswa Gen Z harus mampu menjadi komunikator yang cerdas, bukan hanya aktif di media sosial, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan secara santun, logis, dan berdampak positif bagi lingkungan akademik maupun masyarakat,” ujar Ustadz Mulyono di hadapan peserta.

FOSFOR’S 2025 sendiri merupakan kegiatan tahunan yang diprakarsai oleh mahasiswa baru di bawah naungan Departemen PSDM HMP Pendidikan IPA Unesa. Tahun ini, FOSFOR’S mengusung tema “Menumbuhkan Jiwa Mahasiswa Berbudaya, Berbahasa, dan Berpendidikan dengan Sikap CERIA (Creative, Educated, Responsive, Innovative, and Active)”. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah strategis untuk mempererat solidaritas, menumbuhkan rasa kekeluargaan antarangkatan dan alumni, serta merevitalisasi pemahaman kebudayaan Indonesia dan wawasan nusantara di tengah gempuran modernitas.
Acara ini turut dihadiri oleh Prof. Dr. Erman, M.Pd selaku Koordinator Program Studi S1 Pendidikan IPA, Dr. Laily Rosdiana, S.Pd., M.Pd selaku pendamping kemahasiswaan, serta para dosen di lingkungan FMIPA Unesa.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Erman, M.Pd menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya FOSFOR’S 2025. Beliau berharap kegiatan ini dapat menjadi fondasi awal bagi mahasiswa baru untuk membangun karakter akademik yang kuat, berbudaya, dan berwawasan luas.
“FOSFOR’S bukan sekadar agenda seremonial, tetapi momentum penting untuk membentuk jati diri mahasiswa Pendidikan IPA yang unggul secara akademik dan berkarakter,” tuturnya.
Sementara itu, para mahasiswa peserta memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan ini. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini, khususnya dalam membangun komunikasi efektif, kerja sama tim, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia akademik maupun sosial.
Dengan terselenggaranya FOSFOR’S 2025, diharapkan mahasiswa Pendidikan IPA Unesa semakin solid, berdaya saing, serta mampu menjadi generasi pendidik sains yang berkarakter CERIA dan berkontribusi nyata bagi bangsa.
