Bojonegoro — Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Daerah Bojonegoro menyelenggarakan Musyawarah Daerah ke-3 (Musda III) pada Ahad, 18 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula SDIT Insan Permata Bojonegoro tersebut mengusung tema “Berkolaborasi dan Berinovasi untuk Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan”.
Musda III JSIT Daerah Bojonegoro dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Tim Supervisor Wilayah JSIT Jawa Timur, Novita Mauris, S.Si., M.M., dan Donna Ari Novita, S.Pd., M.M. Kegiatan ini dibuka oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Sumaryanto, S.Pd., M.Pd.

hw-remosaic: 0;
touch: (0.28750002, 0.28750002);
modeInfo: ;
sceneMode: Night;
cct_value: 0;
AI_Scene: (23, -1);
aec_lux: 0.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembina JSIT Daerah Bojonegoro, Siti Nurul Hidayah, S.Pd., perwakilan PGRI Kabupaten Bojonegoro, Siti Maesaroh, S.Pd., Ketua IGTKI Kabupaten Bojonegoro, Anita Juliati, S.E., S.Pd., Ketua IGABA Kabupaten Bojonegoro, Dwi Anjarwati, S.Pd., perwakilan KSPPS AKAS, Suci Muryatin, S.E., serta sekitar 50 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan perwakilan guru TKIT, SDIT, dan SMPIT se-JSIT Daerah Bojonegoro.
Musda merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat daerah yang bertujuan untuk mengevaluasi program kerja periode sebelumnya, merumuskan rekomendasi strategis, serta memilih dan menetapkan kepengurusan baru. Forum ini juga menjadi sarana penentuan arah kebijakan organisasi Sekolah Islam Terpadu dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Rangkaian Musda III berlangsung dalam suasana musyawarah mufakat dengan menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam regenerasi kepemimpinan serta penguatan tata kelola organisasi pendidikan Islam terpadu di Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan Musda semakin semarak dengan penampilan siswa-siswi dari berbagai Sekolah Islam Terpadu di Bojonegoro. Penampilan tersebut menambah semangat peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan khidmat.
Dalam sambutannya, Ketua JSIT Daerah Bojonegoro periode sebelumnya, Dewi Awanningrum, S.Pd., menyampaikan bahwa hingga saat ini JSIT Daerah Bojonegoro menaungi 10 Sekolah Islam Terpadu yang terus berkembang dan berkontribusi dalam dunia pendidikan.
Supervisor Wilayah JSIT Jawa Timur, Novita Mauris, memaparkan gambaran umum tentang JSIT Indonesia, termasuk visi dan misi organisasi. Ia menyampaikan bahwa JSIT Daerah Bojonegoro merupakan bagian dari JSIT Indonesia yang terus bergerak secara nasional dalam membangun mutu pendidikan Islam terpadu.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Sumaryanto, menyampaikan sejumlah program pemerintah daerah di bidang pendidikan. Di antaranya upaya pemberian beasiswa bagi siswa yang lulus seleksi SBMPTN melalui program beasiswa scientist, serta peningkatan kesejahteraan guru melalui pemberian insentif bagi guru swasta.
Agenda utama Musda meliputi penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, pembahasan rekomendasi organisasi, pemilihan ketua dan tim formatur, serta pembacaan dan penandatanganan pakta integritas sebagai komitmen menjalankan amanah organisasi secara profesional dan berintegritas.
Berdasarkan hasil musyawarah, ditetapkan kepengurusan baru JSIT Daerah Bojonegoro periode 2025–2029. Susunan pengurus yang dilantik yaitu Siti Nurul Hidayah, S.Pd., sebagai Pengawas, Nanin Meipuspa Ranie, S.Pd., sebagai Ketua, Eni Lestari, S.Pd., sebagai Sekretaris, dan Ispitaningarum, S.Pd., sebagai Bendahara.
Adapun Ketua Bidang I Penjaminan Standar Mutu dijabat oleh Rohmatul Mawaddah, S.Pd., Ketua Bidang II Karakter Guru dan Siswa oleh Dwi Ratih Kesuma Dewi, S.Si., Ketua Bidang III Prestasi Guru dan Siswa oleh Fitria Hariyani, S.Pd., serta Ketua Bidang IV Pembinaan Orang Tua, Sosial Kemasyarakatan, dan Kemitraan oleh Endah Sri Rejaki, S.Pd.
Dalam sambutan perdananya, Ketua JSIT Daerah Bojonegoro terpilih, Nanin Meipuspa Ranie, menegaskan bahwa jabatan ketua merupakan amanah besar yang tidak dapat dijalankan secara individual. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk membangun sinergi dan kebersamaan dalam menjalankan program organisasi.
“Menjadi ketua adalah amanah, dan saya tidak bisa bekerja sendiri. Dengan berbarengan dan saling menguatkan, insyaallah kita bisa meraih kesuksesan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Donna Ari Novita dalam arahannya menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus terpilih. Ia menekankan pentingnya soliditas kepengurusan agar JSIT Daerah Bojonegoro terus memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat luas.
Melalui terselenggaranya Musda III ini, JSIT Daerah Bojonegoro diharapkan semakin solid, progresif, serta mampu berkontribusi positif dalam mengawal mutu pendidikan Sekolah Islam Terpadu, khususnya di Bojonegoro, dan dunia pendidikan pada umumnya.
Penulis: Tim Humas JSIT Bojonegoro
