SURABAYA – Pengumuman resmi pemenang Olimpiade Sekolah Islam Terpadu (OLSIT) 2025 akhirnya dirilis pada Jumat (17/10/2025) melalui situs resmi JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur, www.jsit-jatim.com. Suasana harap-harap cemas para peserta pun terjawab sudah. Dari ratusan peserta yang bersaing di babak final, nama-nama sekolah unggulan muncul di puncak daftar peraih medali — menandai berakhirnya ajang prestasi bergengsi tahunan ini.
Untuk jenjang SMA/MA, SMA IT Al Uswah Surabaya tampil di urutan teratas setelah mendominasi hampir semua bidang lomba, mulai dari Matematika, Peminatan IPA, hingga Peminatan IPS. Sekolah ini sukses mengantongi 25 medali yang terdiri dari 4 emas, 6 perak, dan 15 perunggu.

Di posisi kedua, MA IT Baitul Qur’an Al Jahra Magetan menunjukkan konsistensi prestasinya dengan raihan 9 medali (3 emas, 3 perak, 3 perunggu). Sementara MA Permata Mojokerto membayangi di posisi ketiga dengan total 10 medali (3 emas, 2 perak, 5 perunggu).
Tak kalah bersaing, MA IT Insan Kamil Sidoarjo menempati posisi keempat dengan 4 medali, disusul MA IT Bina Insan Cendekia Pasuruan di posisi kelima dengan 3 medali. Sementara SMA Islam Terpadu Ar Rahmah Lumajang juga masuk daftar peraih medali dengan 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.
Sekolah-sekolah lain yang turut menyumbang medali di ajang ini antara lain SMA IT Al Uswah Bangil (Pasuruan), SMA IT Robbani (Kab. Malang), MA Terpadu Permata Ummat (Trenggalek), dan SMA IT Insan Cemerlang (Bondowoso).

Jika ditarik berdasarkan wilayah, Surabaya mendominasi peta prestasi dengan total 25 medali, disusul Mojokerto (10 medali) dan Magetan (9 medali). Kabupaten lain seperti Sidoarjo, Pasuruan, Lumajang, Malang, Trenggalek, dan Bondowoso juga berhasil membawa pulang medali.
Ajang OLSIT sendiri merupakan agenda tahunan JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur yang mempertemukan pelajar SIT dari berbagai daerah untuk berkompetisi secara akademik dan berkarakter. Tahun ini, lomba digelar secara berjenjang mulai dari tingkat daerah hingga final provinsi, dengan antusiasme luar biasa dari siswa, guru, dan orang tua.
Panitia menegaskan bahwa perolehan medali bukan akhir dari segalanya, melainkan batu loncatan menuju prestasi berikutnya. “Yang menang jangan berhenti belajar, yang belum berkesempatan jangan berkecil hati. Setiap ikhtiar dan doa akan berbuah pada waktunya,” tulis pernyataan resmi JSIT Jatim dalam rilis pengumuman di situsnya.
Dengan berakhirnya OLSIT Jatim 2025, semangat kompetisi di kalangan pelajar SIT semakin menyala — meneguhkan tekad bahwa prestasi akademik yang lahir dari nilai-nilai Islam dan kejujuran akan selalu menjadi fondasi kuat bagi masa depan pendidikan di Jawa Timur.
