Penulis: Ulil Albab
LUMAJANG, JSIT-JATIM.COM — Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Ar Rahmah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang dalam kegiatan Pendampingan Eco Pesantren 2025. Acara ini berlangsung dari pukul 08.30 hingga 13.00 WIB dan dipusatkan di Aula serta halaman SMPIT Ar Rahmah Tekung, bagian dari kompleks pesantren pada tanggal 22 Juli 2025 .
Kepala SMPIT Ar Rahmah, Ulil Albab, S.S., menyambut hangat rombongan dari DLH di ruang tamu sekolah. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan DLH, Ibu Citra Lestari, memaparkan sejumlah program lingkungan yang dapat disinergikan dengan dunia pendidikan, serta membahas peluang kerja sama strategis untuk mendukung gerakan lingkungan hidup di pesantren.
Simbolisasi dan Penanaman Pohon Kegiatan diawali dengan penyerahan simbolis bantuan dari DLH kepada PPTQ Ar Rahmah yang meliputi:
- Bibit pohon alpukat dan pule
- Tong sampah organik dan non-organik
- Komposter dan alat pembuat pupuk organik cair (POC)
- Pemasangan pipa biopori
Penyerahan dilakukan di halaman pesantren dan dilanjutkan dengan aksi tanam pohon di titik-titik strategis yang telah ditentukan.
Sambutan dan Edukasi Lingkungan Acara dibuka secara resmi oleh Mudir PPTQ Ar Rahmah, Ustadz Taufiq Akbar, S.Pd., kemudian dilanjutkan sambutan dari perwakilan DLH, Citra Lestari, yang hadir mewakili Kepala Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Gunawan Eko Prihantono, ST., MT.
Tim DLH menyampaikan dua materi utama:
- Penghijauan dan konservasi lingkungan
- Pengelolaan sampah terpadu berbasis pesantren
Praktik Langsung: Eco in Action Sebagai tindak lanjut dari sesi materi, para santri mengikuti praktik lapangan langsung, yaitu:
- Santriwan membuat kompos dan pupuk organik cair (POC) dengan bimbingan tim DLH
- Santriwati berkreasi dengan membuat kerajinan dari sampah plastik daur ulang
Kegiatan ini disambut antusias oleh seluruh peserta. Dengan kolaborasi yang kuat antara DLH dan Ar Rahmah, PPTQ dan SMPIT Ar Rahmah berkomitmen menjadi pelopor program Eco Pesantren di Lumajang. Ini merupakan bagian dari langkah nyata mencetak generasi Qurani yang peduli lingkungan dan berkontribusi dalam pelestarian alam.
