MAGETAN – Tenda-tenda berdiri rapi di halaman Graha Literasi Magetan, menyambut puluhan siswa SMPIT Al Uswah Magetan yang mengikuti kegiatan Camp Literasi 2025 pada 16–17 Oktober 2025. Selama dua hari, suasana penuh semangat dan inspirasi terasa di setiap sudut area perkemahan. Di bawah langit Magetan yang sejuk, para siswa belajar bahwa literasi tak hanya soal membaca buku, tapi juga memahami kehidupan dan menjaga alam.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh perwakilan dari Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Magetan. Dalam sambutannya, pihak Arpus mengapresiasi inisiatif SMPIT Al Uswah yang menghadirkan kegiatan kreatif untuk menumbuhkan budaya baca di kalangan pelajar. “Literasi adalah jantung kemajuan bangsa. Melalui kegiatan seperti ini, kita menanamkan kebiasaan berpikir kritis, beradab, dan cinta ilmu sejak dini,” ujar perwakilan Arpus dalam sambutannya.

Suasana semakin hidup saat perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan, Ibu Isna Imrochmawati, S.K.M, membawakan materi tentang konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Dengan gaya interaktif, ia mengajak siswa memahami bahwa kepedulian terhadap bumi bisa dimulai dari langkah sederhana: mengurangi sampah, menggunakan ulang barang, dan mendaur ulang dengan kreatif. “Menjaga lingkungan juga bagian dari literasi kehidupan. Karena dari bumi yang bersih, lahir generasi yang sehat dan berpikir jernih,” ucapnya penuh semangat.
Malam harinya, suasana berubah menjadi syahdu dan hangat. Lampu-lampu perkemahan temaram menyala ketika Bapak Isdisusilo dari SMA Negeri 1 Magetan membawakan sesi literasi budaya bertema pewayangan. Dengan tutur khas dalang, ia menghidupkan tokoh-tokoh seperti Arjuna dan Semar, membingkai nilai-nilai moral dan kepemimpinan di setiap kisahnya. Para siswa terpukau — menyadari bahwa membaca bukan sekadar membuka buku, tapi juga memahami warisan kearifan lokal yang hidup di sekitar mereka.
Selama dua hari kegiatan, para peserta juga mengikuti diskusi, refleksi malam, hingga sesi menulis kesan dan pesan. Banyak yang mengaku termotivasi untuk lebih rajin membaca dan lebih peduli terhadap lingkungan.
“Camp Literasi ini tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga menumbuhkan empati dan rasa tanggung jawab terhadap sesama dan alam,” ungkap salah satu peserta dengan mata berbinar.
Melalui Camp Literasi 2025, SMPIT Al Uswah Magetan berharap lahir generasi pembelajar sejati — mereka yang cinta ilmu, berakhlak mulia, peduli bumi, dan mampu menulis kisah perubahan dari hal-hal kecil di sekitarnya.
Sebuah langkah sederhana, tapi bermakna besar — karena dari satu kegiatan literasi, bisa tumbuh seribu harapan untuk masa depan yang lebih cerah.
