Udara pagi di Stadion Letjend. Sudirman, Bojonegoro, Sabtu (8/11/2025), terasa sejuk dan penuh semangat. Di tengah lapangan hijau, ratusan siswa kelas 2 dan 3 SDIT Insan Permata Bojonegoro duduk membentuk barisan rapi, mushaf kecil di tangan, wajah-wajah mereka tampak bersinar bahagia. Bukan lomba olahraga yang digelar pagi itu, melainkan kegiatan Satu Hari Bersama Al-Qur’an (SHBQ) — sebuah momen belajar yang memadukan hafalan, permainan, dan nilai-nilai keislaman dalam satu hari yang penuh makna.
Wakil Kepala Bidang Al-Qur’an SDIT Insan Permata, Nurul Khotimah, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin setiap semester. Tujuannya sederhana namun mendalam: menumbuhkan cinta kepada Al-Qur’an sejak dini dan menegaskan bahwa belajar kitab suci tidak harus selalu di dalam kelas.

“Anak-anak belajar bahwa menghafal Al-Qur’an bisa dilakukan di mana saja, dalam suasana yang menyenangkan. Harapannya, mereka semakin mencintai Al-Qur’an dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan yang hangat dan fun games seru. Tawa riang anak-anak mengisi udara pagi, mencairkan suasana sebelum sesi kisah islami dimulai. Melalui cerita yang disampaikan ustadz dan ustadzah, para siswa diajak meneladani tokoh-tokoh Qur’ani dan memahami pentingnya menjaga adab serta semangat belajar.
Setelah membaca doa sebelum belajar, kegiatan inti pun dimulai. Siswa kelas 2 fokus pada muraja’ah Juz 30, tepatnya Surat Al-Muthaffifin ayat 1–10, sementara kelas 3 memperdalam hafalan Juz 29, Surat Al-Mulk ayat 1–10. Suara lantunan ayat-ayat Al-Qur’an terdengar bergema lembut, menciptakan suasana yang khusyuk dan damai.
Di sela-sela hafalan, anak-anak diberi waktu beristirahat. Mereka menikmati makanan ringan dari sekolah, bermain bersama teman, hingga berinteraksi dengan masyarakat sekitar stadion. Aktivitas sederhana ini membuat mereka belajar banyak hal baru di luar ruang kelas — tentang keberanian, rasa ingin tahu, dan adab dalam bersosialisasi.
Kegiatan ditutup dengan muraja’ah bersama dan pembacaan doa khotmil Qur’an. Semua siswa menundukkan kepala, tangan terangkat, berharap hafalan mereka diberkahi dan terpatri kuat dalam hati.
Lebih dari sekadar kegiatan belajar, SHBQ menjadi ruang bagi para siswa untuk menemukan kebahagiaan dalam menghafal. Di bawah langit Bojonegoro yang cerah, anak-anak Insan Permata belajar bahwa mencintai Al-Qur’an bukan sekadar kewajiban — tapi juga perjalanan spiritual yang indah dan penuh warna.
