Penulis: Sulaikah Kurniawati
SURABAYA, JSIT-JATIM.COM – Langit cerah mengiringi langkah ratusan siswa SDIT Al Uswah Surabaya dalam mengawali tahun ajaran baru 2025/2026 melalui apel perdana yang penuh semangat dan makna kedisiplinan. Bertempat di lapangan sekolah, seluruh siswa dari kelas 3 hingga 6 mengikuti apel pagi yang dipimpin oleh Sulaikah Kurniawati, guru sekaligus pembina apel hari itu.
Dalam amanatnya, Ustazah Sulaikah menyampaikan pesan penting yang menjadi pondasi pembelajaran di SDIT Al Uswah: disiplin, kerapian, dan tanggung jawab. Beliau menekankan aturan seragam yang harus dipatuhi oleh seluruh siswa, sebagai bentuk awal dari pembiasaan hidup tertib dan beridentitas Islami.

“Putra wajib mengenakan dasi, topi, sabuk, dan sepatu. Putri memakai kerudung dan seragam lengkap. Semua wajib memakai sepatu dan kaus kaki, baik saat datang maupun pulang sekolah,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa ketidakpatuhan terhadap aturan berpakaian akan dikenakan konsekuensi tegas. Bahkan, sepatu yang ditinggal sembarangan akan langsung dimasukkan ke tong sampah sebagai peringatan visual, agar siswa lebih bertanggung jawab terhadap barang pribadi.
Selain aturan seragam, pembiasaan hidup bersih juga menjadi sorotan. Kebiasaan menggunakan kaus kaki meski sudah berwudu atau keluar dari kamar mandi menjadi bagian dari budaya higienis yang diterapkan di lingkungan sekolah.
Sebagai penyemangat di awal tahun ajaran, Ustazah Sulaikah mengumumkan bahwa SDIT Al Uswah Surabaya akan segera mengumumkan 10 siswa pemenang Challenge Muharram, sebuah program kreatif untuk mendorong siswa menunjukkan bakat dan potensi terbaiknya.
Apel perdana ini bukan sekadar seremoni, tapi simbol nyata komitmen SDIT Al Uswah Surabaya dalam membentuk karakter siswa yang disiplin, bersih, dan berakhlak mulia, sejalan dengan visi sekolah dalam mencetak generasi Islami yang unggul di masa depan.
