MALANG – Suasana hangat, haru, dan penuh rasa syukur mewarnai kegiatan Tasyakuran Kelulusan Angkatan XI SD Islam Terpadu (SDIT) Mutiara Hati yang digelar di Hotel Ibis Styles, Malang. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa kelas VI beserta wali murid, jajaran guru, pengurus yayasan, komite sekolah, dan tamu undangan lainnya.
Sejak pagi, suasana acara terasa istimewa dengan dekorasi bernuansa tradisional yang dipadukan dengan balutan busana lurik hijau para teacher. Para siswa putra tampil rapi mengenakan jas, sedangkan siswi putri tampil anggun dengan busana terbaik mereka. Keceriaan dan rasa haru tampak jelas di wajah siswa, guru, dan orang tua yang hadir.
Acara tasyakuran ini bukan sekadar seremoni pelepasan dan pengalungan medali kelulusan, tetapi juga menjadi wujud rasa syukur atas selesainya proses pendidikan selama enam tahun di SDIT Mutiara Hati. Momen tersebut terasa semakin emosional ketika para guru dan orang tua mengenang perjalanan para siswa yang memulai pendidikan di masa pandemi Covid-19.
“Dulu mereka datang sebagai anak-anak kecil yang lucu dan penuh rasa penasaran. Hari ini, mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab,” ungkap salah satu guru saat memberikan kesan kepada para wisudawan.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Hafizh dari kelas 4 Saad dan Ananda Raees dari kelas 5 Aisyah, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan kepala sekolah, ketua yayasan, pendamping sekolah dasar Gugus 3, serta perwakilan wali murid.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan drama musikal dari siswa SMPI Mutiara Hati dan tari Zapin yang dibawakan siswa kelas 3 Zaid. Selain itu, persembahan tilawah Al-Qur’an dan lagu dalam dua bahasa menjadi representasi karakter SDIT Mutiara Hati sebagai sekolah Islami sekaligus bilingual school. Lagu “You’ll Be in My Heart” yang dibawakan para siswa sukses membuat suasana semakin haru dan membanggakan.
Dalam sambutannya, Kepala SDIT Mutiara Hati berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga karakter Islami di mana pun berada.
“Karakter Islami, prestasi, budaya, dan kepedulian lingkungan telah kami tanamkan sejak ananda duduk di kelas satu. Kami berharap nilai-nilai itu terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ketua Yayasan juga mengingatkan pentingnya menjaga salat dan hafalan Al-Qur’an ketika para siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Lingkungan di luar sekolah nantinya lebih heterogen. Karena itu, bekal kedekatan dengan Al-Qur’an harus tetap dijaga agar menjadi benteng dalam pergaulan dan kehidupan,” pesannya.
Sementara itu, Pendamping Sekolah Dasar Gugus 3, Ibu Nagilah, turut memberikan motivasi agar para siswa terus semangat belajar dan mengembangkan potensi diri di jenjang pendidikan selanjutnya.
Pada sesi pesan dan kesan, perwakilan wali murid mengingatkan kembali perjuangan anak-anak selama masa pandemi, ketika proses belajar dilakukan dari rumah dan tugas dikumpulkan melalui WhatsApp.
“Anak-anak bukan hanya belajar membaca dan berhitung, tetapi juga belajar sabar, disiplin, dan beradaptasi dengan keadaan,” ungkapnya.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk kesuksesan para lulusan di masa depan serta penyerahan tali asih dari wali murid kepada sekolah berupa alat peraga dan buku untuk mendukung proses pembelajaran di SDIT Mutiara Hati.
Tasyakuran Kelulusan Angkatan XI ini menjadi momen penuh makna yang tidak hanya menandai berakhirnya masa belajar di sekolah dasar, tetapi juga menjadi awal langkah baru para siswa untuk terus berprestasi dan menjaga nilai-nilai Islami dalam kehidupan mereka.
